Secara mengejutkan, FIA melakukan perubahan aturan mendadak demi mengembalikan marwah kualifikasi Formula 1 sebagai ajang adu kecepatan murni, bukan sekadar adu irit baterai. Badan pengatur Formula 1, FIA, baru saja merilis perubahan aturan last-minute untuk mengurangi beban manajemen energi yang harus dilakukan pembalap selama sesi kualifikasi di GP Jepang.
Dalam perubahan regulasi yang mendadak ini, jumlah pengisian daya (energy harvesting) yang diizinkan selama satu putaran kualifikasi di Suzuka dipangkas dari 9MJ menjadi 8MJ. Langkah ini diambil agar pembalap tidak terlalu sering melakukan lift and coast (melepas gas sebelum tikungan) hanya untuk mengisi baterai saat sedang berburu pole position.
Mengurangi Siksaan “Super Clipping”
Sirkuit Suzuka, mirip dengan sirkuit pembuka di Melbourne, dikenal sangat menguras energi mesin hibrida F1. Tanpa perubahan ini, pembalap terancam mengalami super clipping—kondisi di mana tenaga motor listrik habis sebelum mencapai garis finis.
Keputusan ini lahir setelah diskusi intens antara FIA, tim balap, dan produsen mesin. Menariknya, perubahan ini mendapat dukungan bulat dari seluruh pabrikan mesin, meskipun awalnya rencana revisi aturan baru akan dibahas setelah akhir pekan ini.
“Penyesuaian ini mencerminkan masukan dari para pembalap dan tim, yang menekankan pentingnya menjaga kualifikasi sebagai tantangan performa murni,” tulis pernyataan resmi FIA.
Reaksi Pembalap: “Langkah ke Arah yang Benar”
Bintang Ferrari, Charles Leclerc, menyambut baik perubahan ini meski ia menganggapnya bukan sebuah “pengubah peta kekuatan” (game-changer).
“Saya rasa perubahannya tidak akan drastis, tapi bagi pembalap, ini hal bagus karena kami tidak perlu terlalu banyak melakukan lift and coast,” ujar Leclerc. Menurutnya, sesi kualifikasi seharusnya menjadi ajang di mana pembalap bisa menekan mobil hingga batas maksimal (flat-out), bukan sibuk mengelola daya baterai seperti yang terjadi di dua balapan pertama musim 2026.
Perubahan ini hanya berlaku untuk sesi kualifikasi, sementara aturan untuk balapan hari Minggu tetap sama. FIA juga mencatat bahwa jeda lima minggu antara Jepang dan Miami—akibat pembatalan double-header Timur Tengah karena perang Iran—akan digunakan untuk evaluasi lebih mendalam terhadap regulasi mesin 2026 yang masih baru ini.