JAKARTA – Jannik Sinner memastikan langkah gemilang ke final Miami Open 2026 setelah menaklukkan Alexander Zverev dalam duel semifinal yang berlangsung intens di Miami.
Kemenangan straight set 6-3, 7-6(4) yang diraih Sinner di Hard Rock Stadium pada Sabtu, 28 Maret 2026 menjadi bukti konsistensi luar biasa petenis Italia tersebut di level tertinggi.
Hasil impresif ini sekaligus memperpanjang dominasi Sinner dengan catatan 32 set kemenangan beruntun di ajang ATP Masters 1000.
Peluang meraih prestasi prestisius “Sunshine Double” kini terbuka lebar bagi Sinner, sebuah capaian langka yang terakhir kali diraih Roger Federer pada 2017.
“Tujuan utama saya datang ke sini adalah memainkan tenis terbaik. Kembali ke final berarti sangat besar bagi saya,” ujar Sinner seusai laga.
Sejak set pembuka dimulai, kedua pemain langsung menampilkan tempo tinggi dengan pola permainan agresif dan saling menekan.
Sinner sempat berada dalam tekanan saat menghadapi break point di awal laga, namun mampu keluar dari situasi sulit dengan peningkatan intensitas permainan.
Momentum mulai berpihak pada Sinner setelah ia memanfaatkan menurunnya efektivitas servis pertama Zverev untuk merebut keunggulan 3-1.
Memasuki set kedua, pertandingan berubah menjadi lebih ketat dengan reli panjang dan tekanan psikologis yang semakin meningkat.
Zverev menunjukkan perlawanan sengit dan bahkan menyelamatkan dua peluang break point saat skor imbang 4-4.
Namun ketenangan Sinner menjadi pembeda saat ia memaksa laga berlanjut ke tie-break yang menentukan.
Kesalahan krusial berupa smash yang gagal dari Zverev dimanfaatkan Sinner untuk unggul 5-4 sebelum memastikan kemenangan.
“Hari ini pertandingan yang sulit, lawan bermain luar biasa. Saya servis sangat baik di momen penting dan itu membuat perbedaan,” kata Sinner.
Performa servis menjadi faktor dominan dalam kemenangan Sinner dengan raihan 79 persen poin dari servis pertama serta 15 ace sepanjang pertandingan.
Selain solid dalam menyerang, Sinner juga tampil disiplin dalam bertahan dengan menyelamatkan seluruh peluang break point yang dihadapi.
Kemenangan ini menempatkan Sinner selangkah lagi menuju gelar juara Miami Open 2026.
Di partai final, ia akan menghadapi Jiri Lehecka yang menjadi kuda hitam turnamen tahun ini.
Secara head-to-head, Sinner unggul meyakinkan 3-0 atas Lehecka, memberikan keuntungan psikologis jelang laga puncak.
Tak hanya membidik trofi, kemenangan di final juga berpotensi memperkecil selisih poin Sinner dengan Carlos Alcaraz dalam perebutan posisi puncak dunia.***