JAKARTA – Manchester United mendapat angin segar dalam perburuan gelandang muda Carlos Baleba setelah Brighton mulai melunak terkait nilai transfer sang pemain yang sebelumnya dinilai terlalu tinggi.
Klub berjuluk Setan Merah itu sempat mundur pada bursa transfer sebelumnya karena Brighton mematok harga lebih dari £100 juta atau sekitar Rp2 triliun, angka yang dianggap tidak realistis saat itu.
Kini, peluang transfer kembali terbuka lebar setelah Brighton dikabarkan bersedia menurunkan banderol, seiring performa Baleba yang tidak seimpresif musim 2024-2025.
Mengutip laporan Evening Standard, Minggu, penurunan performa pemain asal Kamerun tersebut menjadi faktor utama perubahan sikap Brighton yang kini lebih fleksibel dalam negosiasi transfer.
Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, bahkan beberapa kali menarik Baleba keluar saat jeda babak pertama dalam pertandingan musim ini, menandakan adanya ketidakpuasan terhadap performanya.
Situasi serupa juga terjadi saat Baleba membela tim nasional Kamerun, di mana ia beberapa kali tidak menyelesaikan pertandingan penuh.
Meski demikian, Manchester United masih menaruh minat besar terhadap gelandang berusia 22 tahun itu dan diyakini akan kembali melakukan pendekatan serius pada bursa transfer musim panas mendatang.
Ketertarikan tersebut juga bersifat dua arah karena Baleba disebut memiliki keinginan untuk bergabung dengan klub raksasa Inggris tersebut.
Kebutuhan Manchester United terhadap gelandang baru semakin mendesak seiring potensi hengkangnya Casemiro yang akan meninggalkan kekosongan penting di lini tengah.
Di sisi lain, Brighton telah mengantisipasi kemungkinan kepergian Baleba dengan mengincar gelandang Nordsjaelland asal Ghana, Caleb Yirenkyi, sebagai calon pengganti.
Jika transfer terjadi, Brighton tetap akan meraup keuntungan besar mengingat mereka hanya mengeluarkan sekitar £23,2 juta atau setara Rp465 miliar saat merekrut Baleba dari Lille pada 2023.
Sepanjang musim ini, Baleba masih menjadi bagian penting skuad Brighton dengan catatan 29 penampilan di berbagai kompetisi.
Jumlah tersebut sebenarnya berpotensi lebih tinggi jika ia tidak harus membela Kamerun di ajang Piala Afrika pada Desember lalu.
Dalam turnamen tersebut, Baleba tampil di lima pertandingan sebelum Kamerun tersingkir di babak perempat final oleh Maroko.
Absennya Kamerun dari Piala Dunia mendatang juga memberi keuntungan bagi Baleba karena ia dapat fokus penuh menentukan masa depan klubnya tanpa gangguan agenda internasional.
Dengan kondisi yang lebih kondusif dan harga yang mulai realistis, peluang Manchester United untuk mengamankan tanda tangan Baleba kini dinilai jauh lebih besar dibandingkan musim sebelumnya.***