JAKARTA – Jorge Martin mencatat kemenangan perdana sejak 2024 dalam Tissot Sprint Race MotoGP Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA), Sabtu (28/3/2026) malam atau Minggu dini hari WIB. Namun, selebrasi wheelie yang dilakukannya justru berakhir dengan insiden jatuh pada cooldown lap.
Martin menuntaskan balapan penuh drama dengan waktu 20 menit 19,546 detik. Ia menyalip Francesco “Pecco” Bagnaia di tikungan 12 pada lap terakhir, unggul 0,755 detik. Hasil ini mengantarkan pembalap Aprilia Racing itu ke puncak klasemen dunia, unggul satu poin atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang gagal finis.
Balapan sprint diwarnai kecelakaan Marc Marquez di lap awal, serta kegagalan finis Bezzecchi untuk kedua kalinya musim ini. Pedro Acosta sempat finis ketiga, namun terkena penalti delapan detik akibat pelanggaran tekanan ban, sehingga posisi podium ketiga diambil alih Enea Bastianini.
Selepas garis finis, Martin melakukan wheelie panjang di back straight dengan kecepatan tinggi. Saat roda depan kembali menyentuh aspal, ia kehilangan kendali dan terjatuh. Beruntung, Martin tidak mengalami cedera serius dan bisa berjalan kembali ke paddock. “Saya tidak pernah menyangka bisa menang lagi secepat ini,” ujarnya, sembari menekankan strategi ban yang diubah di menit-menit terakhir sebagai kunci sukses.
Kemenangan ini menjadi comeback penting bagi Martin setelah masa sulit akibat cedera. Meski begitu, insiden jatuh saat selebrasi langsung menjadi sorotan publik, dengan banyak yang menyebutnya sebagai “wheelie gone wrong” di level elite MotoGP.
Seri utama MotoGP Amerika Serikat masih akan berlangsung Minggu malam WIB, di mana Martin berpeluang memperbesar keunggulan klasemen jika tampil konsisten.