SULUT – Rentetan gempa susulan mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi pada Kamis (2/4/2026) pagi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat total 23 gempa susulan dengan kekuatan bervariasi.
BMKG menyebut gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 5,8, sedangkan yang terkecil berada pada magnitudo 3,2. Aktivitas ini menunjukkan masih terjadinya penyesuaian energi di zona patahan pascagempa utama.
Gempa utama terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat berada di 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara. Berdasarkan data BMKG, gempa berlokasi pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.
“Telah terjadi gempa bumi mag:7.6, lokasi:129 km Tenggara BITUNG-SULUT, waktu:02-Apr-26 05:48:14 WIB, kedlmn:62 Km, gempa ini berpotensi TSUNAMI,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG juga mengungkapkan bahwa analisis awal dilakukan secara cepat sehingga parameter gempa masih dapat berubah seiring pembaruan data yang masuk.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tegas BMKG.
Hingga saat ini, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa lanjutan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk menghindari kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi.
Rentetan gempa susulan ini menjadi indikasi bahwa aktivitas tektonik di kawasan tersebut masih cukup tinggi pascagempa utama.