JAKARTA — Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pekerja. Berbagai gangguan seperti kesibukan rumah tangga, kebisingan lingkungan, hingga rayuan media sosial kerap membuat konsentrasi buyar. Tanpa strategi yang tepat, jam kerja bisa berlalu begitu saja tanpa hasil yang maksimal. Berikut tujuh cara yang bisa diterapkan agar sesi WFH tetap produktif dan terbebas dari distraksi.
1. Ciptakan Ruang Kerja Khusus
Salah satu kunci utama WFH yang produktif adalah memiliki area kerja yang terpisah dari ruang bersantai. Hindari bekerja di atas tempat tidur atau sofa karena otak akan sulit membedakan antara waktu istirahat dan waktu bekerja. Pilih sudut ruangan atau meja tertentu sebagai zona kerja tetap, dan pastikan area tersebut selalu tertata dengan baik agar tidak ada gangguan yang mengalihkan perhatian.
2. Atur Jadwal Harian dan Tetapkan Target
Memulai hari kerja tanpa perencanaan sama saja dengan membiarkan waktu mengalir tanpa arah. Susunlah daftar tugas yang ingin diselesaikan setiap harinya dengan mempertimbangkan skala kepentingan masing-masing. Selain itu, patuhi jam kerja untuk yang telah ditentukan untuk WFH agar pekerjaan tidak terus merembet hingga larut malam dan mengganggu waktu istirahat.
3. Kelola Gangguan Digital
Ponsel dan laptop yang terus berbunyi akibat notifikasi bisa menjadi pengalih perhatian terbesar saat WFH. Nonaktifkan pemberitahuan dari aplikasi media sosial maupun pesan pribadi selama jam kerja. Untuk langkah lebih tegas, pertimbangkan menggunakan aplikasi yang secara otomatis memblokir akses ke situs-situs yang tidak relevan dengan pekerjaan demi menjaga alur kerja tetap berjalan lancar.
4. Komunikasikan Jadwal Kerja kepada Orang Serumah
Bekerja di tengah anggota keluarga atau teman serumah memerlukan komunikasi yang terbuka. Sampaikan kepada mereka kapan saja waktu-waktu yang tidak bisa diganggu, terutama saat rapat daring atau saat mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Kesepakatan sederhana ini dapat meminimalkan interupsi yang tidak perlu di sepanjang hari kerja.
5. Jaga Kesehatan Mental dan Fisik
Produktivitas kerja tidak bisa dilepaskan dari kondisi tubuh dan pikiran yang sehat. Sempatkan diri untuk bergerak atau berolahraga ringan di antara sesi kerja sebagai cara melepas ketegangan dan menyegarkan pikiran. Sesekali, luangkan waktu untuk mengobrol dengan teman atau keluarga secara virtual agar perasaan jenuh dan terisolasi tidak menumpuk.
6. Atur Lingkungan Sekitar
Kondisi fisik lingkungan kerja turut memengaruhi seberapa lama seseorang bisa bertahan fokus. Bila suara dari luar rumah cukup mengganggu, earphone atau noise-canceling headphones bisa menjadi solusi praktis. Perhatikan juga pencahayaan di area kerja agar tidak terlalu redup, karena cahaya yang kurang memadai dapat mempercepat kelelahan mata dan menurunkan semangat kerja.
7. Lakukan Jeda Singkat secara Berkala
Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam bukan hanya membuat badan pegal, tetapi juga menyimpan risiko kesehatan yang lebih serius, seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes. Untuk menghindarinya, biasakan bangkit dari kursi dan melakukan gerakan ringan setiap 30 menit sekali, cukup satu hingga dua menit saja. Peregangan sederhana, jalan-jalan kecil di sekitar rumah, atau sekadar berpindah ruangan sudah cukup untuk melancarkan sirkulasi darah dan memulihkan energi.
Ketujuh langkah di atas tidak memerlukan perubahan besar, tetapi bila diterapkan secara konsisten, hasilnya akan terasa nyata. WFH pun bisa berubah dari sekadar rutinitas yang penuh gangguan menjadi cara kerja yang lebih efisien, sehat, dan menyenangkan.