Goncangan hebat kembali melanda jagat Formula 1. Kabar mengejutkan datang dari Belanda yang menyebut bahwa “tangan kanan” Max Verstappen, Gianpiero Lambiase (GP), telah sepakat untuk menyeberang ke rival bebuyutan mereka, McLaren.
Kehancuran dinasti Red Bull Racing tampaknya belum akan berakhir. Gianpiero Lambiase, insinyur balap yang selama ini menjadi suara di balik kemudi sukses Max Verstappen, dikabarkan telah menerima tawaran “astronomis” untuk bergabung dengan McLaren pada musim 2028.
Media Belanda, De Limburger, melaporkan bahwa Lambiase tidak hanya ditawari kenaikan gaji yang sangat signifikan oleh tim juara dunia tersebut, tetapi juga jalur karier untuk menjadi Team Principal McLaren di masa depan.
Eksodus Besar-Besaran Red Bull
Lambiase menjadi nama besar terbaru yang meninggalkan kapal Red Bull yang sedang oleng. Sejak pemecatan Christian Horner pada Juli lalu, tim ini telah kehilangan pilar-pilar utamanya seperti Adrian Newey, Jonathan Wheatley, hingga Helmut Marko.
Menariknya, McLaren seolah menjadi “rumah baru” bagi mantan petinggi Red Bull. Lambiase menyusul jejak desainer utama Rob Marshall dan kepala strategi Will Courtenay yang sudah lebih dulu berlabuh ke tim pepaya tersebut.
Ancaman Bagi Karier Max Verstappen
Kepergian Lambiase adalah kehilangan yang sangat personal bagi Max Verstappen. Keduanya telah bekerja sama sejak 2016 dan membentuk kemitraan pembalap-insinyur paling dominan dalam sejarah F1 dengan koleksi empat gelar juara dunia berturut-turut.
Spekulasi ini memicu tanda tanya besar: Apakah Verstappen akan ikut pergi? Verstappen, yang kini berusia 28 tahun, memang memiliki kontrak hingga 2028. Namun, ketidaksenangannya terhadap regulasi baru serta hilangnya orang-orang kepercayaan di garasi Red Bull bisa saja membuatnya memilih untuk pensiun dini atau mencari tantangan di tim lain.
Langkah McLaren merekrut Lambiase juga merupakan antisipasi jika bos mereka saat ini, Andrea Stella, memutuskan kembali ke Ferrari. Stella, yang memulai kariernya di Maranello, santer dikabarkan akan pulang kampung untuk memimpin tim kuda jingkrak tersebut.



