JATENG – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengakui absennya enam pemain yang dipanggil memperkuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 memberi dampak terhadap performa Macan Kemayoran di ajang Piala Presiden 2026. Namun, menurut pelatih asal Korea Selatan itu, minimnya waktu persiapan tim justru menjadi persoalan yang lebih besar dibanding kehilangan para pemain pilar.
Persija Jakarta masih belum mampu meraih kemenangan pada fase grup Piala Presiden 2026. Setelah kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya pada laga pembuka, Macan Kemayoran hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Port FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.
Hasil tersebut membuat Persija berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup B dengan koleksi satu poin. Sementara itu, Port FC memimpin klasemen dengan raihan empat poin.
Usai pertandingan, Shin Tae-yong mengakui absennya enam pemain yang tengah memperkuat Timnas Indonesia memang memengaruhi kekuatan timnya. Keenam pemain tersebut adalah Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, dan Jordi Amat.
“Ya, secara keseluruhan, karena enam pemain perwakilan kami keluar ke Timnas Indonesia, tentu ada pengaruh besar pada tim,” ujar Shin Tae-yong.
Meski demikian, mantan pelatih Timnas Indonesia itu menilai faktor utama yang membuat Persija belum tampil maksimal adalah kurangnya persiapan jelang turnamen. Ia menyebut sebagian besar pemain belum memiliki waktu latihan yang ideal sebelum turun bertanding.
“Namun, karena para pemain yang ada di sini datang tanpa persiapan pertandingan yang cukup, sebenarnya bagian itulah yang menurut saya menjadi masalah yang lebih besar,” tegasnya.
Shin menilai kondisi tersebut membuat timnya harus berjuang keras untuk menemukan ritme permainan di lapangan. Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi semangat juang para pemain yang mampu bangkit setelah tertinggal dua gol.
“Saya pikir para pemain kita bertanding dengan sangat baik hari ini. Dalam proses yang sulit ini, sejujurnya kita datang dan bertanding hampir tanpa latihan yang memadai, jadi ini cukup berat. Meski begitu, para pemain bertanding dengan sangat baik hari ini. Pertama-tama, saya ingin memberikan tepuk tangan untuk semua kerja keras para pemain,” katanya.
Pada pertandingan tersebut, Persija sempat berada dalam situasi sulit setelah Port FC unggul dua gol melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-18 dan Issam Abdallah pada menit ke-40.
Namun, Persija berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Arlyansyah Abdulmanan sebelum babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Stjepan Loncar mencetak gol penyeimbang pada menit ke-52 sehingga laga berakhir dengan skor 2-2.
Shin menjelaskan kebangkitan timnya tidak terlepas dari evaluasi yang dilakukan saat turun minum. Tim pelatih melakukan sejumlah penyesuaian posisi pemain yang kemudian mampu dijalankan dengan baik pada babak kedua.
“Sempat tertinggal 0-2 lalu bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 itu sangat membesarkan hati. Para pemain kita tidak menyerah dan bertarung dengan baik. Setelah babak pertama selesai, penyesuaian posisi dan semacamnya di babak kedua kita lakukan dengan lebih baik, dan hal itulah yang mungkin membawa kita hingga bisa menyamakan skor,” ucapnya.
Meski belum meraih kemenangan, hasil imbang kontra Port FC memberikan suntikan kepercayaan diri bagi Persija setelah mampu menunjukkan karakter pantang menyerah. Shin Tae-yong berharap waktu persiapan yang semakin panjang dan kembalinya para pemain yang membela Timnas Indonesia dapat membuat performa Macan Kemayoran meningkat pada pertandingan berikutnya di Piala Presiden 2026.



