JAKARTA – Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengecam keras atas meningkatnya operasi militer Israel di Lebanon yang menimbulkan korban sipil besar dan kehancuran luas di kawasan padat penduduk.
Dalam pernyataan resmi pada Rabu (8/4/2026) yang dilansir Anadolu, ICRC menegaskan, “ICRC marah atas kematian dan kehancuran yang terjadi di kawasan padat penduduk di seluruh Lebanon hari ini akibat operasi militer yang meningkat.”
Kepala Delegasi ICRC di Lebanon, Agnes Dhur, menyoroti kekecewaan warga yang sebelumnya menanti gencatan senjata. “Warga di seluruh Lebanon menahan napas menunggu kesepakatan gencatan senjata, namun gelombang serangan mematikan justru menjerumuskan negara ke dalam kepanikan dan kekacauan,” ujarnya.
ICRC mencatat penggunaan senjata peledak berat di kawasan perkotaan, termasuk Beirut, tanpa peringatan memadai, menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai ratusan lainnya. Organisasi itu mendesak semua pihak melindungi warga sipil dan objek sipil, serta menekankan kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan setelah lebih dari lima pekan konflik.
Merujuk pada gencatan senjata terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, ICRC menegaskan bahwa setiap kesepakatan komprehensif harus mempertimbangkan keselamatan, perlindungan, dan martabat warga sipil Lebanon. “Setelah lebih dari lima pekan konflik, warga sangat membutuhkan jeda dari kekerasan,” demikian pernyataan tersebut.