Setelah 34 tahun mendedikasikan hidupnya untuk dunia bela diri kebanggaan bangsa, Presiden Prabowo Subianto akhirnya memutuskan untuk “turun panggung” dari kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Dalam suasana penuh haru di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (11/4/2026), Prabowo secara resmi berpamitan dan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai ketua umum.
Mengenakan beskap hitam gagah dengan lilitan kain batik hijau di pinggang, Presiden Prabowo Subianto hadir di Munas XVI PB IPSI dengan membawa pesan penting. Hari ini bukan sekadar pertemuan rutin bagi sang Presiden, melainkan momen refleksi atas pengabdian selama lebih dari tiga dekade di dunia pencak silat.
“Hari ini adalah bagi saya hari penuh kebanggaan dan kebahagiaan. Jika dihitung, saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun,” tutur Prabowo di hadapan keluarga besar pesilat Indonesia, Sabtu (11/4).
Perjalanan Panjang Sang Pendekar Utama
Prabowo tercatat telah memimpin IPSI selama dua dekade lebih sebagai Ketua Umum (sejak 2004) dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum selama empat periode. Totalitasnya di dunia persilatan telah membawa olahraga asli Indonesia ini semakin mendunia.
Namun, beban tugas sebagai Presiden RI membuatnya harus mengambil keputusan sulit. Dengan rendah hati, ia memohon izin untuk tidak melanjutkan estafet kepemimpinan lima periodenya.
“Saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu, sehingga tidak mungkin saya efektif lagi sebagai Ketua Umum PB IPSI. Saya mohon maaf jika beberapa saat ini tidak terlalu aktif di depan, tapi saya akan selalu mendukung dari belakang,” tegasnya.
Dihadiri Tokoh Penting Olahraga dan Kabinet
Kehadiran Prabowo sekitar pukul 13.35 WIB disambut hangat oleh tokoh-tokoh besar olahraga seperti Ketum KONI Marciano Norman dan Ketum KOI Raja Sapta Oktohari. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, hingga Kapolri turut menyaksikan momen transisi bersejarah ini.
Munas yang berlangsung sejak 9 April ini memiliki agenda utama memilih nakhoda baru untuk periode 2026-2030. Dengan mundurnya Prabowo, jabatan Ketua Umum PB IPSI kini resmi diperebutkan oleh kandidat baru yang diharapkan mampu meneruskan semangat sang Presiden.