Kabar mengenai pengadaan barang di Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebut-sebut mencapai nilai fantastis akhirnya dipatahkan. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan adanya pengadaan 32.000 unit laptop dan alat makan senilai Rp4 triliun adalah sama sekali tidak benar.
“Pengadaan itu memang ada, tapi jumlahnya tidak seperti yang dituduhkan. Untuk laptop, sepanjang 2025 kami hanya mengadakan sekitar 5.000 unit, bukan 32.000,” ujar Dadan, Senin.
Alat Makan dan Dapur: Efisiensi di Atas Segalanya
Dadan merinci bahwa pengadaan alat makan hanya diperuntukkan bagi 315 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibiayai oleh APBN. Dari pagu anggaran Rp89,32 miliar, realisasinya justru lebih efisien, yakni hanya sekitar Rp68,94 miliar.
Begitu pula dengan alat dapur. Dari pagu sebesar Rp252,42 miliar, realisasi tercatat di angka Rp245,81 miliar. Angka-angka ini menunjukkan bahwa operasional untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan dengan perhitungan yang sangat terukur.
“Seluruh pengadaan ini mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) menteri terkait. Jadi, tidak ada ruang untuk pemborosan anggaran,” tegasnya.
Misteri Kaos Kaki: “Bukan Pengadaan BGN”
Menjawab sorotan publik soal pengadaan kaos kaki, Dadan menjelaskan bahwa BGN tidak melakukan pengadaan tersebut secara langsung. Kaos kaki tersebut merupakan bagian dari perlengkapan pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan (Unhan) melalui mekanisme swakelola. “Jadi, pihak Unhan-lah yang melakukan pengadaan perlengkapan peserta, bukan BGN secara langsung,” jelas Dadan.
Dadan berkomitmen bahwa setiap rupiah anggaran negara yang dikelola BGN selalu melewati pengawasan ketat sesuai aturan hukum. Ia pun menyayangkan beredarnya informasi tidak akurat yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program gizi nasional.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Kami selalu terbuka terhadap pengawasan, baik internal maupun eksternal,” pungkasnya.