JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dab Geofisika (BMKG) menyebut curah hujan tinggi di wilayah barat Sumatra hingga Jawa masih dipengaruhi dampak tidak langsung bibit siklonm tropis 92S di Samudra Hindia, barat daya Sumatra.
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, menegaskan meski bibit siklon tersebut diprediksi semakin menjauh dari Indonesia, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. “Meskipun semakin menjauh, dampak fenomena ini tetap dapat memengaruhi kondisi cuaca ekstrem secara lokal. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026) dilansir Antara.
BMKG memprediksi wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan meliputi Sumatera bagian tengah dan selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa bagian tengah dan selatan, serta Jakarta. “Potensi curah hujan tinggi tersebut diprediksi berpeluang terjadi pada sore hari,” tambahnya.
Menanggapi prakiraan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat langkah mitigasi terhadap ancaman banjir dan longsor. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengingatkan warga di daerah rawan banjir untuk rutin memantau tinggi muka air dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat. Ia menekankan pentingnya evakuasi mandiri jika debit air meningkat signifikan.
Bagi masyarakat di lereng perbukitan dan bantaran sungai, Abdul mengimbau agar mewaspadai potensi longsor susulan. Pemerintah daerah juga didorong memastikan kesiapan logistik, jalur evakuasi, serta sistem peringatan dini di tingkat lokal. “Kami terus berkoordinasi dengan BPBD setempat guna memastikan kesiapan personel dan peralatan untuk penanganan darurat yang optimal,” tegasnya.