JAKARTA – Polisi Prancis menahan 780 orang dalam kerusuhan yang pecah di Paris dan sejumlah kota lain setelah Paris Saint-Germain (PSG) menaklukkan Arsenal untuk merebut gelar Liga Champions, Sabtu malam (30/5/2026).
Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengatakan 57 petugas terluka, sebagian besar ringan, akibat bentrokan dengan suporter yang membakar dan merusak toko. “Sebagian besar perayaan berlangsung dengan damai,” ujarnya dalam konferensi pers Minggu (31/5/2026) dilansir The Guardian, seraya menambahkan bahwa insiden terkonsentrasi di kawasan Champs-Élysées dan sekitar Parc des Princes, tempat ribuan penggemar menonton laga melalui layar raksasa.
Polisi Paris mencatat 480 penangkapan di ibu kota, termasuk 82 anak di bawah umur. Tuduhan yang dikenakan antara lain menyerang aparat, pencurian, vandalisme, dan mengganggu ketertiban umum. Satu insiden serius terjadi ketika sebuah mobil menabrak teras restoran, melukai dua orang, salah satunya parah.
Kerusuhan juga dilaporkan di sekitar 15 kota lain. Beberapa toko dirusak, mobil dibakar, dan kelompok kecil sempat mencoba menyerbu kantor polisi di arondisemen ke-8 Paris sebelum dibubarkan aparat.
Meski demikian, Nuñez memastikan perayaan resmi PSG tetap berlangsung pada Minggu sore di Champ de Mars dekat Menara Eiffel, sebelum tim dijamu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée.
PSG mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal lewat adu penalti di Puskas Arena, Budapest. Rekaman televisi menunjukkan sebagian besar suporter merayakan dengan damai, meski sejumlah kecil melemparkan kembang api ke arah polisi yang membalas dengan gas air mata.