JAKARTA – Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo optimis Honda dan Yamaha akan kembali bersaing di papan atas meski saat ini tertinggal dari Ducati, Aprilia, dan KTM.
Dua pabrikan asal Jepang itu, yang bersama-sama telah mengoleksi 39 gelar kelas utama, terpuruk di klasemen konstruktor sejak 2023. Honda terakhir kali juara lewat Marc Marquez pada 2019, sementara Yamaha meraih gelar terakhir bersama Fabio Quartararo pada 2021. Sejak itu, dominasi beralih ke Ducati yang merebut empat gelar beruntun.
Menjelang musim 2026, Lorenzo menilai kebangkitan hanya soal waktu. “Honda dan Yamaha selalu kembali. Karena mereka sangat kuat, mereka memiliki banyak sejarah, banyak anggaran. Jadi cepat atau lambat mereka akan ada di sana,” ujarnya, dilansir Crash, Jumat (17/4/2026). Ia juga menilai proyek mesin V4 Yamaha sebagai langkah penting meski harus mengorbankan hasil jangka pendek.
Honda sendiri naik peringkat dari D ke C untuk 2026, sementara Yamaha masih fokus pada pengembangan V4. Perubahan regulasi MotoGP dengan mesin 850cc dan ban Pirelli pada 2027 dipandang sebagai peluang besar bagi pabrikan Jepang untuk menutup ketertinggalan.
Lorenzo menyebut Ducati sebagai “opsi teraman” bagi pembalap, namun ia juga memuji Aprilia. “Saya sangat menyukai Aprilia, karena mereka memiringkan motor lebih banyak daripada yang lain di tikungan. Ini seperti motor Moto2 atau Moto3. Luar biasa seberapa banyak mereka memiringkan motor,” katanya.
Aprilia sendiri tampil impresif dengan tiga kemenangan Grand Prix lewat Marco Bezzecchi serta kemenangan Sprint Jorge Martin, menempatkan mereka di puncak klasemen menjelang putaran Eropa.