BOGOR – Penggunaan papan digital interaktif di SDN 02/03 Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, membawa dampak positif bagi siswa. Guru kelas 6, Acep Zainal Mutakin, menyebut kehadiran teknologi ini membuat murid lebih ceria, aktif, dan tidak lagi bolos sekolah.
“Sangat ada yang berubah dari sikap anak-anak, kegembiraan, keceriaan ketika pembelajaran. Dan semenjak kehadiran papan interaktif hadir, absensi anak-anak semuanya alhamdulillah setiap hari itu full. Tidak ada yang absen sama sekali,” ujarnya dalam program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Bakom RI, Jumat (17/4/2026).
Menurut Acep, papan digital relevan dengan kebiasaan siswa yang sudah akrab dengan perangkat digital. Hal ini membuat mereka lebih cepat memahami materi. Ia berharap fasilitas tersebut dapat memotivasi anak-anak mengejar cita-cita.
Para guru juga merasakan manfaat serupa. Materi kini tersedia dalam bentuk digital sehingga tidak perlu membawa banyak buku fisik. “Yang dulu kita membawa buku sekian banyak setiap hari ke sekolah, saat ini kita cukup membuka file yang ada di papan interaktif tersebut,” jelas Acep.
Sekolah menerima perangkat ini setahun lalu melalui program revitalisasi pemerintah. Acep menilai bantuan tersebut sebagai bukti komitmen pemerintah memeratakan fasilitas pendidikan hingga ke desa. Ia berharap setiap kelas kelak memiliki papan interaktif agar transformasi digital berjalan optimal.
Guru dan murid berkomitmen merawat perangkat dengan baik, termasuk mencabut instalasi listrik usai kegiatan belajar dan membatasi akses siswa di luar jam pelajaran. “Saya pun memberikan pesan kepada siswa-siswa untuk selalu menjaga dan berhati-hati untuk selalu merawat papan interaktif ini yang diberikan negara kepada kita,” tambahnya.
Program digitalisasi pembelajaran ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah menyiapkan generasi penerus yang siap menghadapi era modernisasi.