BANYUMAS – Presiden Prabowo Subianto menyoroti terobosan pengolahan sampah menjadi genteng di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) berbasis lingkungan dan edukasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Presiden Prabowo mengungkapkan pengolahan sampah di TPST Banyumas sebagai solusi nyata yang menggabungkan aspek lingkungan dan nilai ekonomi masyarakat.
Inovasi ini dinilai bukan sekadar upaya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang efisiensi anggaran dalam program pembangunan dan renovasi rumah rakyat secara nasional.
Presiden melihat bahwa produk genteng berbahan daur ulang tersebut memiliki kualitas yang layak, harga terjangkau, dan potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam kebijakan bantuan perumahan pemerintah.
“Tadi gentengnya lumayan efektif, katanya cukup murah ya dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah.”
“Anggaran perbaikan rumah sekarang satu rumah Rp20 juta, jadi ini satu rumah kita perhitungkan Rp4-5 juta untung gentengnya,” jelas Prabowo kepada awak media di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4).
Dengan skema anggaran renovasi sebesar Rp20 juta per unit rumah, penggunaan genteng hasil daur ulang sampah diproyeksikan mampu memangkas biaya hingga Rp4–5 juta, sehingga memberi ruang efisiensi yang signifikan dalam skala nasional.
Selain aspek ekonomi, Presiden juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas hunian dengan mengurangi penggunaan atap berbahan seng yang rentan berkarat dan berdampak kurang baik bagi kesehatan serta estetika rumah.
“Kita mau hilangkan penggunaan seng yang berkarat. Berkarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang huni ya dan pandangannya juga nggak bagus,” lanjutnya.
Menurut Presiden, model pengelolaan sampah terpadu seperti yang diterapkan di Banyumas layak direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi nasional penanganan sampah.
Pemerintah pusat, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh agar sistem serupa dapat dikembangkan secara luas dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi prioritas utama pemerintah dengan target pengendalian dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Semua kita kembangkan, pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua tiga tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia,” pungkasnya.***