JAKARTA – Türkiye mengecam keras intervensi Israel terhadap Armada Global Sumud di perairan internasional. Ankara menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk “pembajakan” dan mendesak komunitas internasional mengambil sikap bersama menentang langkah itu.
Kementerian Luar Negeri Türkiye menegaskan armada tersebut berangkat untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza sekaligus menarik perhatian pada krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
“Serangan yang dilakukan oleh pasukan Israel di perairan internasional terhadap Armada Global Sumud, yang dibentuk untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, adalah tindakan pembajakan,” kata kementerian itu dalam pernyataan resmi, dilansir Hurriyet Daily News, Kamis (30/4/2026).
“Israel telah menargetkan nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional dengan menyerang Armada Global Sumud, yang berupaya menarik perhatian pada bencana kemanusiaan yang dihadapi oleh orang-orang yang tertindas di Gaza,” tambah pernyataan tersebut.
Kementerian menilai intervensi itu melanggar prinsip kebebasan navigasi di perairan internasional dan menyerukan respons bersama dari komunitas internasional. Ankara juga memastikan semua langkah sedang dilakukan bersama negara-negara terkait untuk melindungi warga negara Türkiye dan penumpang lain di atas kapal.
Israel sendiri menyatakan telah menangkap sekitar 175 aktivis dari lebih 20 kapal. “Sekitar 175 aktivis dari lebih dari 20 kapal… kini sedang menuju Israel dengan damai,” kata Kementerian Luar Negeri Israel pada 30 April, disertai video para aktivis di atas kapal angkatan laut Israel.
Menteri Luar Negeri Türkiye, Hakan Fidan dan Menlu Spanyol Jose Manuel Albares turut membahas isu ini lewat percakapan telepon. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Öncü Keçeli menekankan perlunya respons internasional terpadu atas intervensi ilegal tersebut, yang disebut membahayakan warga sipil dari berbagai negara.
Armada Global Sumud dicegat angkatan laut Israel pada Rabu malam di dekat pulau Kreta, Yunani, saat menuju Gaza. Penyelenggara menyebut pasukan Israel mengepung konvoi, mengganggu komunikasi, dan menyita sejumlah kapal. Armada itu terdiri atas sekitar 100 perahu dengan hampir 1.000 aktivis dari berbagai negara, bertujuan menantang blokade Israel dan membuka jalur kemanusiaan lewat laut.