Juara dunia empat kali, Max Verstappen, masih membuat publik Formula 1 diliputi tanda tanya besar. Pasca memberikan pernyataan mengejutkan di GP Jepang tentang niatnya untuk hengkang dari jet darat, pembalap asal Belanda ini mengaku masih “menikmati waktu” sebelum mengambil keputusan final terkait masa depannya.
Kekecewaan Verstappen berakar pada regulasi mesin baru yang akan diterapkan pada tahun 2026. Meski F1 sempat libur lima minggu pada April lalu—waktu yang kabarnya digunakan Max untuk merenung—kembalinya ia ke paddock GP Miami tidak membawa jawaban pasti.
“Tidak ada kabar baru. Selama beberapa minggu kemarin saya sibuk dengan hal lain. Saya masih punya waktu, dan saya akan menggunakannya dengan santai,” tegas pembalap andalan Red Bull tersebut.
Kritik Pedas untuk Regulasi Baru
Selama jeda musim, pihak FIA dan FOM sebenarnya telah melakukan beberapa revisi aturan demi menjawab keresahan para pembalap. Namun bagi Verstappen, perubahan tersebut hanyalah “sentuhan kecil” yang belum menyentuh akar masalah.
“Hal positifnya, kami melakukan pertemuan yang baik dengan FOM dan FIA. Itu awal yang bagus untuk masa depan,” ujar Verstappen. Namun, ia menambahkan dengan nada skeptis, “Bahkan jika beberapa tahun lagi saya sudah tidak di sini, saya harap suara pembalap lebih didengar. Kami yang tahu apa yang membuat F1 jadi produk yang seru.”
Ia menyayangkan kompleksitas politik di balik layar F1. “Perubahan yang ada sekarang baru sekadar ‘gelitikan’. Ini olahraga yang sangat politis. Semua orang sudah mencoba yang terbaik, tapi itu tidak akan mengubah dunia secara drastis.”
Kehilangan “Tangan Kanan”: Gianpiero Lambiase Hengkang
Kabar mengejutkan lainnya datang dari sisi teknis. Gianpiero Lambiase (GP), insinyur balap yang selama ini menjadi suara di telinga Verstappen sekaligus sosok kunci kesuksesannya, dikonfirmasi akan pindah ke McLaren pada 2028.
Dulu, Verstappen pernah sesumbar bahwa ia hanya ingin bekerja dengan Lambiase. Namun kini, sang pembalap tampak lebih tenang menghadapi kenyataan tersebut.
“Hubungan saya dan GP sangat jujur. Saya mendoakan yang terbaik untuknya. Tidak ada dendam sama sekali,” jelas pembalap berusia 28 tahun itu.
Saat ditanya apakah perginya Lambiase akan mempercepat keputusannya untuk pensiun atau pindah tim, Verstappen menjawab singkat: “Sama sekali tidak ada hubungannya.”
“Saya harus bekerja dengan orang lain. Zaman berubah, dan tawaran yang dia (Lambiase) dapatkan sangat bagus. Saya bodoh jika menahannya hanya demi kepentingan saya. Ini tentang kariernya juga. Saya yakin kami akan menemukan solusi (insinyur) baru,” tutupnya dengan percaya diri.