JAKARTA – China kembali mengukuhkan statusnya sebagai raksasa bulutangkis dunia usai mempertahankan gelar juara Piala Thomas 2026.
Tim putra China berhasil menaklukkan Prancis 3-1 pada partai final di Forum Horsens, Denmark, Minggu waktu setempat atau Senin WIB.
Kemenangan ini sekaligus memupus harapan Prancis untuk mencetak sejarah meraih gelar perdana setelah mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang keikutsertaan mereka di ajang beregu putra paling prestisius tersebut.
Sepanjang sejarah turnamen, Prancis belum pernah meraih trofi, sementara dari kawasan Eropa hanya Denmark yang mampu menjadi juara terakhir pada 2016 setelah mengalahkan Indonesia di final.
Meski diunggulkan, China tidak meraih kemenangan dengan mudah karena Prancis tampil mengejutkan sebagai kuda hitam dengan perlawanan sengit di setiap partai.
Pada laga pembuka, Shi Yu Qi harus bekerja keras menghadapi Christo Popov dalam pertarungan tiga gim sebelum menang 21-16, 16-21, 21-17 dalam durasi panjang.
Shi tampil dominan di gim pertama, namun Popov bangkit di gim kedua dengan permainan agresif di depan net, sebelum akhirnya Shi mengunci kemenangan lewat ketenangan di poin krusial gim penentuan.
Prancis sempat menyamakan skor melalui Alex Lanier yang tampil impresif saat mengalahkan Li Shi Feng dua gim langsung 21-13, 21-10 sekaligus menjaga asa timnya.
Namun momentum tersebut tidak berlanjut setelah Weng Hong Yang mengalahkan Toma Junior Popov dalam duel ketat 22-20, 20-22, 21-19 yang berlangsung selama 96 menit.
Pada gim penentuan, Toma sempat menyamakan kedudukan menjadi 18-18, tetapi Weng mampu tampil lebih tenang untuk memastikan kemenangan penting bagi China.
Gelar juara akhirnya dikunci melalui sektor ganda putra ketika He Ji Ting/Ren Xiang Yu tampil solid menundukkan Eloi Adam/Leo Rossi dengan skor 21-13, 21-16.
Keberhasilan ini menambah koleksi gelar China menjadi 12 trofi Piala Thomas dan semakin mendekati rekor Indonesia yang masih memimpin dengan 14 gelar.
Titel ini juga menjadi pelipur lara bagi China setelah tim putri mereka gagal di final Piala Uber 2026 usai kalah dari Korea Selatan.
Di sisi lain, meski gagal juara, performa Prancis sepanjang turnamen menjadi sinyal kuat munculnya kekuatan baru di bulu tangkis dunia, terutama lewat sektor tunggal putra yang mampu mengalahkan sejumlah tim unggulan termasuk Indonesia.***