JAKARTA – Red Bull menyampaikan permintaan maaf kepada Max Verstappen karena tidak segera memperbaiki masalah kemudi pada mobil RB22.
Dilansir Motorsport, Rabu (6/5/2026), Direktur teknis Pierre Wache menjelaskan bahwa tim mencoba berbagai solusi, namun proses mengidentifikasi akar masalah terbukti rumit.
Performa Red Bull menunjukkan peningkatan signifikan pada Grand Prix Miami. Meski Verstappen finis di posisi kelima akibat insiden berputar pada lap pembuka dan pit stop awal, kecepatan mobil jauh lebih kompetitif dibandingkan di Jepang, di mana ia bahkan gagal lolos ke Q3.
Di Miami, jarak waktu dengan tim terdepan berkurang lebih dari satu detik pada sesi kualifikasi, meskipun McLaren dan Ferrari juga membawa paket peningkatan besar. Hal ini menandakan komponen baru seperti sidepod dan lantai yang direvisi bekerja efektif. Verstappen mengungkapkan bahwa Red Bull juga akhirnya menemukan dan mengatasi masalah pada sistem kemudi yang sudah ia rasakan sejak uji coba di Barcelona.
“Pertama, kami harus memastikan bahwa dia memiliki masalah. Kemudian, kami harus mengidentifikasi dari mana masalah itu berasal, dan itu membutuhkan waktu lama. Dan setelah itu, kami harus memperbaiki masalahnya,” kata Pierre Wache.
Red Bull mengganti seluruh sistem kemudi beserta komponen pendukung, dan hasilnya langsung terasa lebih baik saat sesi pengambilan gambar di Silverstone. “Saya menyesal kami tidak memperbaikinya lebih awal,” ujar Wache, seraya menambahkan bahwa keterlambatan juga dipengaruhi waktu produksi suku cadang.
Selain perbaikan kemudi, perhatian publik juga tertuju pada versi sayap “Macarena” milik Red Bull yang sempat dibandingkan dengan konsep Ferrari. Wache menegaskan bahwa desain tersebut dikembangkan secara mandiri sejak November dan baru berfungsi optimal setelah beberapa kali uji coba di Bahrain, Melbourne, dan Suzuka.
Proses panjang itu diperlukan untuk menyesuaikan perangkat dengan regulasi FIA. “Kami juga tidak mengantisipasi beberapa masalah karena ini sistem baru. Mungkin itu kesalahan kami, [jadi ada] hal-hal yang harus kami perbaiki. Dan setelah diperbaiki, dibutuhkan waktu di luar pengembangan mobil yang normal,” jelas Wache.