JAKARTA – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyerukan kepada FC Barcelona agar menjauhkan diri dari pemain muda Lamine Yamal setelah ia mengibarkan bendera Palestina dalam parade kemenangan La Liga pada 11 Mei.
Katz menuduh Yamal “menghasut melawan Israel dan menyulut kebencian” di tengah operasi militer Israel terhadap Hamas.
Dalam unggahan berbahasa Spanyol di X yang dilansir Türkiyetoday, Kamis (14/5/2026), Katz menekankan bahwa klub besar seperti Barcelona harus menegaskan “tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme.”
Yamal, winger berusia 18 tahun, mengibarkan bendera Palestina dari atas bus terbuka klub setelah kemenangan 2-0 atas Real Madrid pada El Clasico. Ia juga mengunggah foto memegang bendera di Instagram, yang disebutnya berasal dari seorang pendukung di kerumunan.
Asosiasi Sepak Bola Palestina kemudian mengucapkan terima kasih kepada Yamal dengan pesan “Desde Palestina… gracias, Lamine Yamal” (“Dari Palestina… terima kasih, Lamine Yamal”). Gestur tersebut menuai pujian dari penggemar Arab dan Muslim, namun juga kritik dari kalangan pro-Israel, memicu perdebatan soal ekspresi politik dalam perayaan olahraga.
Yamal, yang lahir di Catalonia dari ayah Maroko dan ibu Guinea Ekuatorial, sebelumnya pernah bersuara menentang rasisme. Pada Maret lalu, ia mengecam nyanyian Islamofobia yang ditujukan kepadanya saat laga Spanyol–Mesir.
Sejak debut di tim utama Barcelona pada 2023, Yamal telah meraih tiga gelar La Liga—rekor yang belum pernah dicapai pemain seusianya. Saat parade juara, ia juga menyatakan keyakinan bahwa perayaan Liga Champions akan segera menyusul.
Hingga kini, FC Barcelona belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi desakan Katz.