JAKARTA – Festival Film Cannes tahun ini dinilai sebagai salah satu edisi paling sepi dalam sejarah terbaru, dengan lebih sedikit bintang, minim film yang bersinar, dan tanpa kehadiran blockbuster besar dari Hollywood. Meski karpet merah terasa kurang glamor, festival tetap mencerminkan tantangan besar yang dihadapi industri hiburan global.
AI di Panggung Cannes
Demi Moore, bintang film Substance sekaligus anggota juri, memicu kontroversi dengan pernyataannya bahwa melawan AI adalah “pertempuran yang akan kita kalahkan” dan mendesak agar teknologi ini dimanfaatkan secara kolaboratif. Komentarnya memicu perdebatan, sementara sejumlah sutradara seperti Steven Soderbergh dan Doug Liman mulai menggunakan AI untuk menekan biaya produksi.
Hollywood Menghilang
Tidak ada film besar yang hadir di Croisette tahun ini. Biasanya Cannes menjadi ajang peluncuran blockbuster, seperti Mission: Impossible atau Top Gun: Maverick. Namun kali ini, nama besar seperti Christopher Nolan dan Steven Spielberg menolak undangan. Salah satu alasannya, menurut agen penjualan, adalah “studio-studio takut pada kritikus Prancis” yang bisa memberi ulasan buruk dan merusak reputasi film.
Jordan Firstman Jadi Sorotan
Debut penyutradaraan Jordan Firstman lewat film Club Kid mendapat sambutan meriah. Film yang disebut mirip Big Daddy karya Adam Sandler ini memicu perang penawaran, dengan A24 membeli hak distribusi global senilai $17 juta.
Bayang-Bayang Perang
Konflik global turut membayangi festival. Javier Bardem dan Hannah Einbinder menyatakan solidaritas untuk Palestina, sementara Bardem melontarkan kritik keras terhadap Donald Trump, Vladimir Putin, dan Benjamin Netanyahu. Di layar, banyak film menyoroti tema perang dan konflik sejarah, termasuk Fatherland yang menggambarkan Jerman pasca-Perang Dunia II.