Juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, akhirnya gerah dengan spekulasi liar yang terus menyudutkan masa depannya di Formula 1. Di tengah sorotan tajam netizen dan pengamat akibat performanya yang naik-turun sejak berseragam Ferrari, pembalap veteran berusia 41 tahun ini merilis pernyataan menohok dan menegaskan bahwa dirinya belum akan beranjak dari jet darat dalam waktu dekat.
Setelah melewati musim pertama yang berat dan penuh siksaan bersama Ferrari paska-kepindahan bombastisnya dari Mercedes, Hamilton tampak kembali bertenaga menyambut musim 2026. Ia mengawali start musim ini dengan menjanjikan; finis keempat di GP Australia dan sukses meraih podium perdana yang dinanti-nanti bersama Ferrari di GP China. Kendati demikian, bayang-bayang rekan setimnya, Charles Leclerc, masih menghantui setelah Hamilton finis di belakang pembalap Monako itu pada dua balapan terakhir di Jepang dan Miami.
Rangkaian hasil tersebut memicu rumor miring dari para pengamat dan mantan pembalap yang memprediksi Hamilton akan segera mengumumkan gantung helm. Menanggapi hal itu, pembalap asal Inggris ini langsung melempar serangan balik yang tegas.
“Kontrak saya masih ada, jadi segalanya 100 persen jelas bagi saya,” semprot Hamilton menjelang GP Kanada.
“Saya masih sangat fokus, termotivasi, dan mencintai apa yang saya lakukan dengan sepenuh hati. Saya akan berada di sini untuk waktu yang cukup lama, jadi terbiasalah dengan hal itu! Ada banyak orang yang mencoba memensiunkan saya, padahal hal itu bahkan tidak pernah terlintas di pikiran saya. Saya justru sudah merencanakan apa yang akan saya lakukan untuk lima tahun ke depan,” tegasnya.
Sentilan untuk Mantan Pembalap dan Target Pembalikan di GP Kanada
Sindiran Hamilton tentang “orang-orang yang mencoba memensiunkan saya” dinilai banyak pihak sebagai pukulan telak yang sengaja diarahkan kepada beberapa eks pembalap F1 dan komentator yang belakangan vokal menyebut sudah waktunya bagi Hamilton untuk pensiun.
Alih-alih memikirkan masa pensiun, fokus Hamilton kini tertuju pada perbaikan performa mobil Ferrari miliknya di sirkuit Montreal akhir pekan ini.
“Kuharap akhir pekan ini berjalan lebih baik. Kami mengambil banyak pelajaran dari balapan-balapan awal, khususnya dari seri terakhir. Seluruh tim di pabrik telah bekerja luar biasa keras untuk menganalisis titik kuat dan lemah kami, serta menyesuaikan pendekatan taktis,” ungkap Hamilton. “Saya berharap kami bisa memeras potensi maksimal dari mobil ini.”
Misi Pecahkan Rekor Michael Schumacher
Menariknya, Hamilton tiba di Montreal dengan status pemegang rekor kemenangan terbanyak di GP Kanada (tujuh kemenangan), sejajar dengan legenda besar Michael Schumacher. Jika berhasil menang akhir pekan ini, ia akan resmi menobatkan diri sebagai raja tunggal di sirkuit tersebut.
Namun, Hamilton memilih bersikap realistis mengingat peta persaingan bursa juara yang kian sengit. Ia menilai mantan timnya, Mercedes, masih berada di puncak performa setelah memenangkan balapan terakhir, disusul oleh McLaren dan Red Bull yang membawa peningkatan performa yang masif.
“Mercedes membawa upgrade besar akhir pekan ini. Bahkan tanpa pembaruan pun mereka sudah sangat cepat dan memenangkan balapan lalu. Jadi fokus kami adalah pada diri sendiri dan mencoba mengoptimalkan apa yang kami miliki. Saya sangat bersemangat untuk meraih hasil yang lebih baik,” pungkas Hamilton.