Teka-teki masa depan Joan Mir akhirnya terjawab dalam rangkaian GP Catalunya lalu. Juara dunia MotoGP 2020 tersebut secara resmi mengonfirmasi bahwa dirinya akan menyudahi kerja sama dan meninggalkan tim pabrikan Repsol Honda pada akhir musim ini. Menariknya, Mir mengungkapkan bahwa keputusan besar tersebut sejatinya sudah ia ketok palu jauh-jauh hari.
Meski baru diumumkan ke publik, kabar hengkangnya pebalap asal Spanyol ini sebenarnya bukan rahasia lagi di dalam paddock. Pasalnya, sejak Februari lalu, santer berembus kabar bahwa Fabio Quartararo telah sepakat untuk merapat ke HRC mulai musim 2027, ditambah lagi dengan rumor kuat yang mengaitkan bintang muda David Alonso dengan pabrikan raksasa Jepang tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai pelabuhan baru Joan Mir untuk musim depan, begitu pula dengan nama penggantinya di kursi panas Honda.
“Secara personal, saya sangat tahu kapasitas membalap saya dan tahu betul apa yang bisa saya lakukan di atas motor ini,” ungkap Joan Mir saat berbicara mengenai keputusannya hengkang. “Saat balapan di Jerez (April), saya sudah memantapkan diri bahwa saya ingin menyudahi perjalanan di sini [Honda]. Dalam waktu dekat, kalian akan segera tahu ke mana saya akan berlabuh.”
Tragedi Catalunya: Podium Perdana yang Dirampas Penalti
Pengumuman perpisahan Mir di GP Catalunya sebenarnya nyaris berakhir manis. Di tengah keterpurukan performa motor Honda RC213V, Mir berhasil tampil heroik dan menyentuh garis finis di posisi kedua pada balapan hari Minggu. Hasil itu sempat disambut sukacita karena menjadi podium perdana bagi Honda di musim ini.
Namun, kegembiraan tersebut langsung berubah menjadi mimpi buruk pasca-balapan. Pengawas balap (FIM Stewards) menjatuhkan penalti waktu 16 detik kepada Joan Mir akibat pelanggaran batas minimal tekanan ban. Akibat sanksi kejam ini, posisi Mir melorot drastis dari podium dua menjadi finis di peringkat ke-13.
Berkah bagi Bagnaia dan Nestapa Tanpa Akhir Honda
Drama penalti Mir ini langsung memberikan berkah bagi pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia. Pebalap Italia itu ketiban durian runtuh dengan naik ke podium ketiga, yang sekaligus menjadi podium perdananya sejak terakhir kali finis di tiga besar bersama Marc Marquez di GP Jepang Oktober tahun lalu.
Bagi kubu Honda, pembatalan podium Mir menjadi hantaman mental yang luar biasa telak. Pabrikan berlogo sayap tunggal itu kini harus memperpanjang puasa podium mereka sepanjang musim ini. Kali terakhir Honda berhasil merasakan manisnya podium adalah pada musim lalu di Sirkuit Sepang, saat Joan Mir sukses finis di urangan ketiga di belakang Alex Marquez dan Pedro Acosta.