Setelah berhasil lolos dari penahanan militer Israel, sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dijadwalkan akan menginjakkan kaki kembali di Tanah Air pada Sabtu (23/5/2026) besok. Saat ini, para relawan yang terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis nasional tersebut tengah transit di Istanbul, Turkiye, usai dievakuasi pada Kamis (21/5/2026) kemarin.
Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, membenarkan kabar baik tersebut. Jika seluruh proses administrasi berjalan tanpa hambatan, proses pemulangan akan segera dilakukan.
“Insyaallah akan kembali ke Tanah Air. Direncanakan sih, kalau tidak ada kendala, besok hari Sabtu ya,” ungkap Harfin saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).
SOP Pasca-Bebas: Rekam Video Testimoni Kekerasan Zionis
Meski sudah berada di wilayah aman, Harfin menjelaskan bahwa para relawan tidak bisa langsung diterbangkan begitu saja. Ada sejumlah Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat yang wajib dijalani di Istanbul. Salah satu agenda krusialnya adalah pengumpulan kesaksian resmi mengenai kebrutalan dan penyiksaan fisik yang mereka alami selama berada di dalam sel tahanan Israel.
“Ya, ada SOP-nya. Nanti akan ada pemeriksaan kesehatan serta pembuatan video testimoni sebagai bukti nyata kekerasan pihak Zionis. Seluruh kesaksian ini akan kami kumpulkan terlebih dahulu sebagai bahan laporan hukum internasional,” tegas Harfin.
Sebelumnya, beredar kabar memilukan bahwa selama ditahan oleh militer Israel, para relawan kemanusiaan sipil ini sempat mendapat perlakuan keji yang melanggar hukum humaniter, mulai dari dipukul, ditendang, hingga disetrum arus listrik.
GPCI Puji Gerak Cepat Lintas Diplomasi Pemerintah RI
Di sisi lain, GPCI melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan jajaran KBRI di Timur Tengah, serta Komisi I DPR RI. Kerja sama taktis dan dorongan politik yang kuat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan evakuasi darurat ini.
“Poinnya adalah pemerintah luar biasa membantu proses ini. Baik Pak Menlu, jajaran Kemenlu, hingga KBRI, semuanya bergerak total. Kami dari GPCI berterima kasih banyak. Dorongan politik dari Komisi I DPR RI juga sangat kuat, berkolaborasi dengan tim Global Freedom Flotilla di Turkiye,” puji Harfin.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melalui akun X (Twitter) resminya juga mengonfirmasi kondisi terkini kesembilan WNI tersebut yang telah aman dalam perlindungan negara di Istanbul. Ia menegaskan bahwa Kemenlu akan terus mengawal sisa proses pemulangan ini agar mereka bisa segera berpelukan kembali dengan keluarga di rumah dalam keadaan selamat.