JAKARTA – Insiden baru kembali mengguncang Selat Hormuz setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil saat melintas di perairan strategis tersebut.
Peristiwa itu memicu perhatian dunia karena Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling penting bagi perdagangan minyak global.
Laporan awal dari UK Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebut kapal mengalami serangan ketika berada di dekat pesisir Limah, Oman.
Mengutip laporan CNN, Selasa, kapal tanker itu berada sekitar delapan mil laut di sebelah timur Limah saat proyektil menghantam sisi kiri lambung kapal.
Benturan tersebut memicu kebakaran yang langsung menjadi perhatian otoritas maritim internasional.
Hingga laporan terakhir diterbitkan belum ada korban jiwa maupun pencemaran lingkungan akibat insiden tersebut.
Penyebab pasti serangan masih diselidiki karena belum ada pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab.
Sejumlah media Amerika Serikat mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya mengenai dugaan keterlibatan Iran.
Laporan itu menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC diduga menargetkan dua kapal dagang yang melintas di kawasan tersebut.
Media lain juga melaporkan adanya dugaan peluncuran rudal ke arah kapal komersial yang sedang berlayar melewati Selat Hormuz.
Namun hingga kini belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai tuduhan tersebut.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat juga belum memberikan komentar resmi terkait laporan yang berkembang.
Insiden terjadi ketika perhatian dunia tertuju pada agenda keamanan kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menghadiri pertemuan penting NATO di Ankara, Turki.
Keamanan Selat Hormuz menjadi salah satu isu yang diperkirakan masuk dalam pembahasan para pemimpin negara.
Pada saat bersamaan Iran masih menggelar rangkaian prosesi penghormatan bagi pemimpin tertingginya yang wafat.
Situasi itu membuat pembicaraan antara Teheran dan Washington kembali mengalami jeda.
Negosiasi kedua negara sebelumnya ditujukan untuk mencari penyelesaian jangka panjang atas konflik yang berkepanjangan.
Selat Hormuz memiliki arti strategis karena menjadi jalur utama distribusi minyak mentah dunia.
Sebelum konflik memanas sekitar seperlima pasokan minyak global melewati perairan sempit tersebut.
Iran selama bertahun-tahun menjadikan Selat Hormuz sebagai instrumen penting dalam strategi geopolitiknya.
Teheran bahkan pernah menegaskan kapal yang melintas harus mengikuti jalur yang mendapat persetujuan otoritas Iran.
Korps Garda Revolusi Iran sebelumnya juga mengumumkan patroli laut di kawasan yang disebut sebagai jalur Oman.
Langkah tersebut dinilai meningkatkan kewaspadaan perusahaan pelayaran internasional.
UKMTO menyebut aktivitas kapal masih berlangsung normal dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian peningkatan jumlah kapal belum terlihat secara signifikan.
Otoritas maritim tetap mengingatkan seluruh operator kapal agar meningkatkan kewaspadaan saat memasuki kawasan itu.
UKMTO menilai ancaman lebih rendah dibanding periode sebelum kesepahaman terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.
Namun lembaga itu menegaskan potensi aksi bermusuhan masih tetap ada sehingga risiko belum sepenuhnya hilang.
Data MarineTraffic menunjukkan sebanyak 108 kapal melintasi Selat Hormuz sejak Jumat hingga Minggu.
Angka tersebut masih sejalan dengan rata-rata lalu lintas sebelum konflik yang mencapai lebih dari 100 kapal per hari.
Pelaku industri pelayaran kini terus memantau perkembangan keamanan karena setiap gangguan berpotensi memengaruhi distribusi energi dunia.
“Risiko memang lebih rendah dibanding sebelumnya, tetapi ancaman aksi bermusuhan masih ada sehingga kewaspadaan tinggi tetap diperlukan,” demikian penilaian UKMTO.
Dampak terhadap Pasar Energi
Setiap insiden di Selat Hormuz berpotensi memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan minyak global.
Gangguan pelayaran di kawasan ini juga dapat memengaruhi biaya logistik serta harga energi internasional.
Pelaku industri kini menunggu hasil investigasi untuk memastikan penyebab serangan dan perkembangan situasi keamanan berikutnya.***