JAKARTA – Kerumunan besar memenuhi jalanan Teheran pada 6 Juli 2026 untuk prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang wafat pada hari pertama serangan Amerika Serikat dan Israel.
Pihak berwenang memperkirakan jutaan orang hadir, jumlah yang disebut-sebut menyaingi pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.
Dilansir Hurriyet Daily News, Selasa (7/7/2026), jenazah Khamenei, setelah dua hari disemayamkan di kompleks Grand Mosalla, diarak sejauh 20 kilometer dengan kelopak bunga menutupi peti mati. Para pelayat mengibarkan bendera Iran, Hizbullah, serta bendera merah simbol pembalasan. Di Lapangan Imam Hussein, sejumlah orang bahkan menggantung patung Presiden AS Donald Trump.
Prosesi berlangsung di bawah pengawasan ketat, dengan wilayah udara Teheran ditutup. Truk-truk menyemprotkan air untuk mendinginkan massa, sementara panitia membagikan bendera dan foto Ali serta Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus yang belum tampil di depan publik.
Menurut media lokal, mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad turut hadir. Prosesi ini akan berlanjut ke Qom pada 7 Juli, kemudian ke Najaf dan Karbala di Irak pada 8 Juli, sebelum pemakaman terakhir di Mashhad pada 9 Juli.