SINGAPORE – Alwi Farhan menorehkan kemenangan terbesar dalam kariernya dengan menyingkirkan pebulu tangkis nomor satu dunia Shi Yu Qi pada babak 16 besar Singapore Open 2026 di Singapore Indoor Stadium, Kamis, 28 Mei 2026.
Tunggal putra Indonesia berusia 21 tahun itu menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 19-21, dan 21-14 dalam laga debutnya di turnamen level tinggi tersebut.
Kemenangan ini menjadi titik balik penting bagi Farhan setelah kegagalan pahit tim Indonesia di ajang Thomas Cup 2026 di Horsens yang berakhir dengan tersingkirnya Merah Putih di fase grup.
Pada ajang tersebut, Farhan yang turun sebagai tunggal kedua harus menelan kekalahan langsung dari wakil Prancis Alex Lanier dalam laga yang berdampak besar terhadap hasil tim.
Farhan mengakui kekalahan di Thomas Cup meninggalkan tekanan mental yang cukup berat bagi dirinya dalam beberapa hari setelah pertandingan tersebut.
“Kekalahan itu sangat menyakitkan bagi saya dan tim, bahkan sempat membuat saya merasa kecewa dan takut, tetapi hari ini saya membuktikan sesuatu untuk diri sendiri,” ujar Farhan usai pertandingan.
Dalam duel melawan Shi Yu Qi, Farhan sempat kehilangan momentum setelah gagal mengamankan gim kedua meski tampil solid sejak awal laga.
Pada gim penentuan, Farhan sempat unggul jauh 7-1 sebelum Shi mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan dengan permainan agresif khasnya.
Namun, Farhan menunjukkan ketenangan dan kontrol emosi yang matang untuk ukuran pemain muda sehingga mampu menjaga ritme permainan hingga akhir pertandingan.
“Saya tahu pemain berpengalaman seperti dia tidak akan menyerah, jadi saya harus tetap tenang dan mengelola pertandingan dengan lebih baik,” kata Farhan.
Ia juga menekankan bahwa ambisi berlebihan justru bisa menjadi bumerang yang memicu kesalahan sendiri di momen krusial pertandingan.
“Kalau terlalu ingin menang, saya bisa melakukan kesalahan sendiri, jadi saya terus mengingatkan diri bahwa pertandingan belum selesai,” lanjutnya.
Faktor kondisi lapangan di Singapore Indoor Stadium yang memiliki arah angin tidak stabil juga menjadi tantangan tambahan dalam pertandingan tersebut.
Farhan menyebut kondisi tersebut cukup menyulitkan, tetapi ia memilih untuk beradaptasi dan menjadikannya bagian dari strategi permainan.
Kemenangan ini sekaligus membuka peluang Farhan melaju lebih jauh ke babak perempat final dan memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta masa depan bulu tangkis Indonesia.
Di tengah usia Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting yang mendekati 30 tahun, Farhan mulai diproyeksikan sebagai penerus utama di sektor tunggal putra.
“Ekspektasi pasti ada, tetapi saya masih muda dan harus bisa mengelolanya dengan baik,” kata Farhan.
Usai meraih kemenangan atas Shi Yu Qi di laga tersebut, Alwi Farhan tak kuat menahan tangisnya saat memeluk sang pelatih Indra Widjaja di pinggir lapangan.
Penampilan impresif ini menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi tunggal putra Indonesia mulai menemukan arah baru yang menjanjikan di level dunia.***