BANTEN— Perjuangan seorang ibu untuk menghidupi keluarganya sering kali menempuh jalan yang berat dan penuh ketidakpastian. Bagi Eros Rosita, setiap hari adalah upaya tanpa henti, terlebih dengan kondisi anak-anaknya yang tengah sakit. Dari kehidupan yang semula tanpa penghasilan tetap, ia memutuskan mencari secercah harapan dengan bergabung bersama df Mekaar dan memulai usaha kerajinan tangan bernama Mawar Bodas.
Usaha tersebut memproduksi berbagai kerajinan, mulai dari gorden, kerudung, hingga produk kreatif berupa makanan ringan. Semua dijalankan dengan tekad untuk memberikan kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya.
Setiap minggu, pertemuan kelompok menjadi momen penting bagi Eros untuk belajar, berbagi pengalaman, dan mendapatkan pendampingan intensif. “Awalnya saya hanya berusaha bertahan hidup. Tapi melalui bimbingan PNM, saya belajar mengelola usaha dengan lebih terarah, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar,” tuturnya.
Perlahan, Mawar Bodas tidak lagi sekadar menjadi usaha kecil. Produknya kini memiliki kualitas yang lebih baik, variasi yang lebih beragam, serta mampu memberikan kepastian ekonomi yang sebelumnya sulit diraih.
Tak hanya itu, berkat ketekunan dan perjuangannya, Eros berkesempatan mengikuti program Mekaarpreneur selama tiga bulan, sebuah program inkubasi usaha intensif yang diselenggarakan oleh PNM. Hasilnya, ia berhasil meraih Juara 2 Mekaarpreneur, prestasi yang menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus berkembang.
“Saya bersyukur sekali atas pendampingan ini. Kini saya tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga lebih percaya diri untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha,” ujar Eros.
Transformasi yang dialami Eros Rosita menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan dan pendampingan dari PNM Mekaar lebih dari sekadar pemberian modal. Dukungan tersebut turut mengubah aspek-aspek fundamental dalam kehidupannya, mulai dari cara memandang peluang, mengelola keuangan, mengatur waktu, hingga membangun kepercayaan diri.
Dari seorang ibu yang semula hanya berjuang untuk bertahan hidup, kini Eros tidak hanya mampu menyalakan harapan baru bagi keluarganya, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih stabil dan bermakna.
Dalam konteks yang lebih luas, pembiayaan dan pemberdayaan bagi masyarakat prasejahtera, termasuk yang dialami Eros, memiliki peran penting dalam membuka akses yang lebih aman, terarah, dan berkelanjutan. Bagi banyak pelaku usaha ultra mikro, keterbatasan modal kerap membuat mereka rentan terhadap pilihan pembiayaan yang tidak sehat, termasuk jeratan rentenir.
Melalui pendampingan usaha, edukasi pengelolaan keuangan, serta akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan, masyarakat didorong untuk lebih mandiri dalam mengambil keputusan ekonomi, membangun usaha secara bertahap, dan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Dari ruang-ruang kecil seperti inilah, perubahan perlahan tumbuh melalui keberanian untuk belajar, berusaha, dan keluar dari ketergantungan yang selama ini membatasi langkah mereka menuju kehidupan yang lebih sejahtera.