Sebuah pil pahit harus ditelan oleh dunia sepak bola internasional menjelang sepak mula Piala Dunia 2026. Wasit legendaris asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, terpaksa kehilangan kesempatan bersejarah untuk memimpin turnamen terbesar di bumi ini setelah ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat oleh pihak imigrasi setempat.
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengonfirmasi bahwa Artan langsung tertahan dan diusir tak lama setelah mendarat di Bandara Internasional Miami pada Sabtu (6/6/2026). Ironisnya, Artan merupakan satu dari 52 wasit elite dunia yang dipilih langsung oleh FIFA untuk mengawal jalannya laga di tiga negara tuan rumah: AS, Kanada, dan Meksiko.
“FIFA dapat mengonfirmasi bahwa ofisial pertandingan Omar Abdulkadir Artan tidak akan dapat berlatih dan memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA 2026 setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat,” ujar juru bicara FIFA secara resmi kepada AFP, Senin (8/6/2026).
FIFA Angkat Tangan, Akui Tak Punya Kuasa di Hadapan Hukum AS
Meskipun status Artan adalah tamu resmi FIFA untuk agenda global, badan sepak bola tertinggi dunia itu menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki taring untuk mengintervensi hukum kedaulatan suatu negara.
“FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk dalam hal keputusan pemberian visa. Pihak berwenang telah memberi tahu kami bahwa status Tuan Artan tidak akan diubah untuk saat ini,” lanjut juru bicara tersebut pasrah.
FIFA menambahkan, dalam setiap gelaran turnamen, keputusan akhir mengenai siapa yang boleh melintasi batas negara sepenuhnya berada di tangan pemerintah lokal, bukan di bawah kendali mereka.
Dianggap “Tidak Memenuhi Syarat” Saat Pemeriksaan Tambahan
Pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) berdalih bahwa pengusiran Artan merupakan buntut dari hasil pemeriksaan latar belakang (background check) yang sifatnya rutin.
“Selama proses pemeriksaan, pelancong tersebut menjalani pemeriksaan tambahan rutin. Setelah pemeriksaan, pelancong yang merupakan wasit untuk Piala Dunia FIFA tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk masuk karena adanya kekhawatiran dalam proses pemeriksaan latar belakang,” dalih juru bicara CBP.
Secara politis, Somalia memang masuk dalam daftar hitam (blacklist) sejumlah negara yang terkena pengetatan pembatasan perjalanan (travel ban). Kebijakan imigrasi super ketat ini kembali digalakkan di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Somalia Meradang: Padahal Visa Sah dan Dia Wasit Terbaik Afrika!
Keputusan sepihak Amerika Serikat ini langsung memantik reaksi keras dan kecaman dari pemerintah Somalia di Mogadishu. Penasihat Senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia, Ciise Aden Abshir, mengungkapkan bahwa Artan sebenarnya mengantongi visa AS yang sah dan masih berlaku.
Abshir mengonfirmasi bahwa setelah diusir dari Miami, mantan kapten tim nasional itu langsung diterbangkan kembali ke Istanbul, Turki.
“Omar Artan adalah salah satu wasit paling dihormati di Afrika. Menolak dia masuk ke AS dan mencegahnya memimpin pertandingan tidak hanya merugikannya secara pribadi, tetapi juga merusak komitmen sepak bola terhadap keadilan, prestasi, dan semangat fair play,” kecam Abshir meradang.
Kehilangan Artan di Piala Dunia 2026 menjadi kerugian besar bagi dunia sepak bola Benua Hitam. Pria yang mengantongi lisensi wasit FIFA sejak 2018 ini baru saja dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) setelah tampil gemilang memimpin laga-laga krusial di Piala Afrika.
Sedianya, Artan akan mencatatkan tinta emas sebagai wasit pertama dalam sejarah negara Somalia yang mampu menembus putaran final Piala Dunia.