Seri MotoGP Hungaria 2026 diwarnai drama kelam sesaat setelah lampu hijau menyala pada balapan hari Minggu. Pembalap Aprilia, Jorge Martin, secara jantan menyampaikan permohonan maaf terbuka setelah dirinya menjadi pemicu kecelakaan karambol mengerikan yang melibatkan lima pembalap sekaligus di awal balapan.
Petaka itu bermula di Tikungan 1 (Turn 1). Martin yang melaju kencang mendadak kehilangan kendali atas motor Aprilia-nya saat melakukan pengereman keras. Sial bagi Aprilia, motor Martin langsung menyapu rekan setimnya sendiri yang tengah memimpin klasemen kejuaraan, Marco Bezzecchi.
Efek domino tak terhindarkan. Tiga pembalap lain di dekat mereka, yakni Fermin Aldeguer, Fabio di Giannantonio, dan Raul Fernandez, ikut terseret dan tersungkur jatuh ke pembatas lintasan.
Meski kelima pembalap beruntung bisa lolos dari cedera serius, insiden ini menjadi pukulan telak bagi kantong poin Aprilia di klasemen konstruktor. Tak hanya itu, FIM MotoGP Stewards langsung menjatuhkan hukuman berat berupa double long-lap penalty kepada Martin untuk balapan berikutnya.
Penyesalan Mendalam Sang “Spaniard”
Sama seperti Bezzecchi, Jorge Martin memilih bungkam dan menghindari kejaran awak media sesaat setelah balapan usai. Namun, tak berselang lama, pembalap asal Spanyol itu merilis pernyataan emosional melalui akun media sosial pribadinya.
“Saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan pembalap yang terlibat dalam insiden di lap pertama hari ini,” tulis Martin.
“Saya benar-benar kehilangan kendali atas motor saya, dan sayangnya, hal itu memicu kecelakaan beruntun yang tidak bisa saya hindari. Paling penting, Alhamdulillah, kita semua baik-baik saja. Dalam situasi seperti ini, hanya hal itu yang benar-benar krusial.”
“Saya sangat menyesali dampak buruk yang ditimbulkan dari kecelakaan ini bagi mereka, tim mereka, dan karier mereka. Anda tidak akan pernah ingin berada dalam situasi bersalah seperti ini. Terima kasih atas semua pesan dukungan, pengertian, dan rasa hormat yang kalian tunjukkan kepada saya hari ini,” tambahnya.
Dejavu Kelam dan Berkah untuk Marc Marquez
Bagi publik MotoGP, insiden ini memicu dejavu alias ingatan buruk yang melibatkan Martin dan Bezzecchi. Pada awal GP Jepang musim lalu, keduanya juga terlibat tabrakan serupa yang membuat tulang selangka Martin patah parah.
Beruntung bagi Martin, regulasi MotoGP memutihkan catatan pelanggaran masa lalu di setiap awal musim baru. Alhasil, blunder fatal di Hungaria ini hanya dihitung sebagai ‘pelanggaran pertama’ untuk musim 2026.
Di sisi lain, sirkuit Hungaria justru menjadi berkah luar biasa bagi pembalap Ducati, Marc Marquez. Sang juara bertahan sukses mengemas kemenangan ganda (double victory) akhir pekan ini. Hasil manis tersebut membuat Marquez berhasil memangkas jarak hingga 30 poin dari Bezzecchi di puncak klasemen, sekaligus memepet posisi Jorge Martin yang berada di peringkat kedua dengan selisih kini hanya 33 poin