Atmosfer magis dan kesunyian total menyelimuti jantung Kota Yogyakarta! Ribuan abdi dalem bersama masyarakat umum melebur dalam prosesi sakral Lampah Budaya Mubeng Beteng memperingati Malam 1 Suro.
Rombongan abdi dalem Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan pakaian peranakan lengkap tanpa alas kaki memimpin barisan di depan sambil membawa panji-panji keraton. Di belakang mereka, ribuan warga mengular panjang, berjalan kaki mengelilingi benteng keraton sejauh lima kilometer dalam keheningan total.
Ritual yang dikenal sebagai “Topo Bisu” ini dilakukan tanpa suara dan tanpa komunikasi, sebagai simbol refleksi, penyucian diri, pengendalian hawa nafsu, serta permohonan perlindungan kepada Sang Pencipta memasuki tahun yang baru. Tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak tahun 2015, tradisi ini membuktikan bahwa nilai-nilai luhur sentral kebudayaan Jawa masih sangat relevan dan dijaga ketat hingga kini.
Simak visual eksklusif pergerakan rombongan panji, khidmatnya barisan topo bisu, serta penjelasan makna spiritual (SOT) dari KRT Wijayapamungkas (Perwakilan Paguyuban Abdi Dalem) dalam laporan mendalam jurnalis Garuda TV!
Bagaimana tradisi menyambut Malam 1 Suro atau Tahun Baru Islam di daerah kalian? Mari berbagi cerita secara bijak di kolom komentar!
Editor & Uploader: BS


