JAKARTA – Minnesota Timberwolves menatap NBA 2026-27 dengan perubahan penting setelah mendatangkan LaMelo Ball untuk mendukung Anthony Edwards.
Kedatangan Ball sekaligus memperkuat keyakinan Timberwolves bahwa Edwards masih menjadi pusat proyek mereka untuk beberapa musim ke depan.
Keraguan mengenai masa depan Edwards sempat muncul setelah Minnesota tersingkir dari playoff melalui kekalahan dari San Antonio Spurs.
Namun, Presiden Operasi Bola Basket Timberwolves Tim Connelly memastikan Edwards justru antusias menyambut perubahan yang dilakukan klub.
“Dia sangat antusias dengan langkah yang kami lakukan,” kata Connelly saat Media Day Timberwolves dilansir Sports Illustrated, Rabu (30/9/2026).
“Dia merasa kami siap berkembang satu atau dua tingkat lagi,” lanjutnya.
Musim lalu memang menjadi periode sulit bagi Edwards karena harus menghadapi gangguan kebugaran sekaligus perubahan besar dalam perannya.
Edwards lebih sering menjadi pengatur serangan setelah Donte DiVincenzo masuk menggantikan Mike Conley dalam susunan pemain utama.
Perubahan tersebut membuat Edwards lebih banyak menguasai bola dan menghadapi tekanan pertahanan lawan yang semakin besar.
Connelly menilai pengalaman itu tetap memberi perkembangan positif terhadap kemampuan Edwards membaca permainan.
“Menurut saya, kemampuan playmaking-nya meningkat, meski statistik mungkin tidak sepenuhnya menunjukkan perkembangan tersebut,” ujar Connelly.
Ia juga melihat Edwards kini lebih memahami pola pertahanan lawan dan membaca datangnya penjagaan ganda dengan lebih baik.
Kehadiran Ball diharapkan mengembalikan Edwards ke peran shooting guard yang lebih sesuai dengan kekuatan utamanya.
Ball memiliki kemampuan mencetak tembakan tiga angka sekaligus mengatur serangan sehingga dapat menciptakan ruang lebih besar bagi Edwards.
Pelatih Chris Finch menilai perubahan tersebut dapat membuat Edwards kembali bermain lebih banyak tanpa bola.
“Kami bisa mengembalikannya ke peran elite yang lebih alami baginya, yaitu bermain terutama tanpa bola,” kata Finch.
Peran tersebut diharapkan membuat Edwards lebih sulit dihentikan karena lawan tidak bisa terlalu cepat memaksanya melepas penguasaan bola.
Timberwolves juga berharap berkurangnya beban sebagai pengatur serangan membuat Edwards lebih fokus menjalankan tugas defensif.
Connelly bahkan melihat Edwards memiliki potensi menjadi salah satu kandidat pemain terbaik NBA jika mampu berkembang sebagai pemain dua arah.
“Peluang terbaik Ant untuk menjadi pemain terbaik dunia adalah menjadi pemain dua arah terbaik di dunia,” ujar Connelly.
Menurut Connelly, Edwards sudah memiliki kekuatan fisik dan naluri bertahan yang dapat membuatnya menjadi bek perimeter elite.
Namun, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah karena performa defensif Edwards musim lalu belum stabil sepanjang pertandingan.
Timberwolves membutuhkan Edwards untuk kembali produktif dalam mencetak angka sekaligus memberikan kontribusi besar di lini pertahanan.
Tanggung jawab kepemimpinannya juga meningkat setelah beberapa pemain senior seperti Mike Conley, Kyle Anderson, dan Joe Ingles meninggalkan tim.
Karena itu, Edwards akan memikul peran lebih besar sebagai pencetak angka, pemain bertahan, sekaligus pemimpin Timberwolves.
Edwards sendiri tidak memasang target statistik atau penghargaan individu untuk musim baru.
“Saya tidak memiliki target individu, saya hanya ingin menang, apa pun bentuknya dan apa pun yang diperlukan,” kata Edwards.
Fokus tersebut memperlihatkan bahwa Edwards lebih mengutamakan keberhasilan Timberwolves daripada pencapaian pribadi.
Dengan Ball sebagai pengatur permainan, Minnesota kini berharap Edwards dapat tampil lebih bebas dan konsisten di musim 2026-27.***