KALSEL – Aparat gabungan TNI dan Polri menggelar operasi penertiban di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Banjarmasin. Langkah ini difokuskan pada pengawasan internal serta pencegahan dini pelanggaran disiplin anggota, termasuk dugaan penyalahgunaan narkoba dan konsumsi minuman keras.
Operasi gabungan yang berlangsung pada Sabtu (20/06/2026) malam hingga Minggu (21/06/2026) dini hari tersebut mengusung sandi “Waspada Wira Garuda”. Kegiatan ini melibatkan unsur Polisi Militer TNI, Pomau Lanud Sjamsudin Noor, Denpom Banjarmasin, Pomal Lanal Banjarmasin, serta Bidpropam Polda Kalimantan Selatan.
Razia dipimpin oleh Komandan Satuan Polisi Militer Lanud Sjamsudin Noor, Mayor Pom Hendrik Yoneska. Aparat gabungan menyisir sejumlah lokasi hiburan malam yang dinilai memiliki potensi kerawanan terhadap pelanggaran disiplin maupun penyimpangan perilaku anggota di luar kedinasan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan identitas secara menyeluruh kepada setiap pengunjung di area THM. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan tidak terdapat keterlibatan anggota TNI, Polri, maupun aparatur sipil negara dalam aktivitas yang bertentangan dengan aturan kedinasan.
Mayor Pom Hendrik menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari penguatan integritas institusi serta sinergi pengawasan lintas matra dalam menjaga kedisiplinan aparat negara.
“Operasi gabungan ini merupakan bentuk sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga integritas serta menegakkan disiplin di internal institusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan serupa akan terus diperketat guna mencegah potensi pelanggaran yang dapat merusak citra institusi di mata publik. Menurutnya, disiplin aparat harus dijaga tidak hanya saat bertugas, tetapi juga dalam aktivitas di ruang publik.
“Harapannya dengan dilaksanakannya operasi ini, seluruh anggota TNI, Polri, dan ASN dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat, menjaga kehormatan institusi, dan mematuhi peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Operasi gabungan ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kontrol internal terhadap perilaku personel, terutama di lokasi yang dinilai rawan seperti Tempat Hiburan Malam. Pengawasan tersebut disebut sebagai upaya menjaga profesionalisme sekaligus mencegah potensi pelanggaran yang dapat berdampak pada nama baik institusi.
Pihak pelaksana memastikan bahwa kegiatan serupa tidak berhenti pada satu operasi saja. Razia “Waspada Wira Garuda” akan dilaksanakan secara berkala, baik sebagai langkah preventif maupun represif, untuk memastikan kedisiplinan aparat tetap terjaga.
Dengan pengawasan berkelanjutan tersebut, TNI dan Polri berharap dapat memperkuat kepercayaan publik serta menutup celah pelanggaran yang berpotensi mencoreng citra institusi pertahanan dan keamanan negara, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.