PAPUA TENGAH – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menunjukkan pendekatan berbeda saat menjalankan patroli di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak.
Patroli yang berlangsung pada Minggu (9/8/2026) tidak hanya berfokus pada pemantauan keamanan, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Personel Pos Ilaga berjalan kaki menyusuri kawasan permukiman sambil mengamati situasi dan menyapa warga yang ditemui sepanjang perjalanan.
Sebelum patroli dimulai, seluruh personel mengikuti apel untuk memastikan kesiapan, koordinasi, serta keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan.
Di tengah suasana pegunungan Ilaga, petugas menyempatkan diri berbincang dengan warga untuk menciptakan suasana yang lebih akrab dan terbuka.
Anak-anak Papua menjadi bagian penting dalam interaksi tersebut setelah personel membagikan makanan ringan kepada mereka saat patroli berlangsung.
Kedatangan para petugas langsung mendapat sambutan antusias dari anak-anak yang terlihat gembira ketika mendekati personel Satgas.
Momen sederhana tersebut memperlihatkan bahwa tugas menjaga keamanan dapat dilakukan bersamaan dengan membangun hubungan sosial yang lebih dekat.
Pendekatan semacam ini menjadi bagian dari strategi humanis Operasi Damai Cartenz untuk memperkuat komunikasi serta kepercayaan masyarakat.
Polisi Ingin Hadir dengan Rasa Aman
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani menekankan pentingnya menghadirkan rasa aman sekaligus kenyamanan psikologis bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran personel dapat dirasakan secara positif oleh masyarakat.”
Menjaga keamanan harus berjalan seiring dengan membangun komunikasi, kepedulian, dan kepercayaan bersama warga,” ujar Irjen Pol. Faizal Ramadhani dikutip dari laman Humas polri, Selasa.
Menurut Faizal, pendekatan humanis dapat dibangun melalui tindakan sederhana seperti menyapa warga, mendengarkan aspirasi, dan membuka ruang komunikasi.
Interaksi langsung dinilai dapat membantu mengurangi jarak antara aparat dan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki karakter geografis serta sosial yang berbeda.
Komunikasi Jadi Bagian dari Tugas
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga juga mendorong seluruh personel mengedepankan komunikasi saat menjalankan tugas di Papua.
“Kami mendorong personel untuk selalu hadir dengan pendekatan yang humanis.
Ketika petugas dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, warga dapat merasakan bahwa kehadiran Polri bukan hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat,” jelas Kombes Pol. Adarma Sinaga.
Menurut Adarma, kedekatan aparat dengan warga menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas keamanan di lapangan.
Pendekatan tersebut membuat masyarakat memiliki ruang untuk mengenal personel secara lebih dekat sekaligus menyampaikan kondisi yang mereka rasakan.
Sambutan Positif Warga Ilaga
Warga asli Ilaga, Maue Alom, menyambut positif kehadiran personel yang tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat.
“Kami senang ketika petugas datang dan mau berinteraksi dengan masyarakat.
Anak-anak juga terlihat senang ketika diberikan makanan ringan.
Kegiatan seperti ini membuat hubungan dengan masyarakat menjadi lebih dekat,” ungkap Maue Alom dengan senyum simpul.
Bagi anak-anak Ilaga, interaksi singkat bersama personel Satgas menjadi pengalaman menyenangkan di tengah aktivitas sehari-hari mereka.
Sementara bagi personel, respons positif masyarakat menjadi dorongan untuk terus menjalankan tugas dengan pendekatan yang lebih dekat dan bersahabat.
Selama patroli berlangsung, kondisi wilayah Ilaga dilaporkan aman, tertib, dan kondusif tanpa gangguan yang menghambat kegiatan personel.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengamanan wilayah dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun hubungan sosial bersama masyarakat.
Operasi Damai Cartenz juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik melalui kehadiran aparat yang komunikatif dan mengedepankan nilai kemanusiaan.
Patroli humanis di Ilaga menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan bukan hanya soal kewaspadaan, tetapi juga tentang membangun rasa percaya dari lingkungan sekitar.***


