JAKARTA – Lanud Halim Perdanakusuma memanen 17,5 ton gabah dari lahan ketahanan pangan seluas 5,5 hektare. Hasil panen tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Panen dilakukan dari Lahan Edukasi KetPanen 17,5 Ton Gabah, Lanud Halim Salurkan Hasilnya untuk Dukung Program MBGahanan Pangan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Pemanfaatan hasil pertanian untuk kebutuhan SPPG menjadi salah satu tindak lanjut dari pengembangan lahan produktif yang dikelola Lanud Halim.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pemanfaatan lahan di lingkungan Lanud Halim Perdanakusuma tidak hanya untuk kegiatan pertanian, tetapi juga diarahkan agar hasil produksinya memiliki manfaat langsung dalam mendukung program pemerintah.
Lahan seluas 5,5 hektare itu dikembangkan sebagai Zona Hijau terpadu. Kawasan tersebut menggabungkan pertanian modern, pemberdayaan kelompok tani perkotaan, edukasi pertanian, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Dengan konsep tersebut, lahan ketahanan pangan Lanud Halim diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan pertanian perkotaan yang tetap produktif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman mengatakan ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, upaya memperkuat sektor tersebut membutuhkan keterlibatan dan kerja sama berbagai pihak.
“Ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan nasional yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak,” kata Ali.
Menurut dia, pengelolaan lahan produktif dan sinergi dengan para pemangku kepentingan menjadi langkah nyata Lanud Halim Perdanakusuma dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Panen 17,5 ton gabah tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan ekosistem ketahanan pangan terpadu di lingkungan Lanud Halim. Hasil produksi tidak hanya menjadi capaian pertanian, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan dalam pelaksanaan MBG melalui SPPG.
Pengembangan kawasan tersebut juga mencakup pemberdayaan kelompok tani perkotaan dan edukasi pertanian. Langkah ini membuat fungsi lahan tidak terbatas pada produksi pangan, tetapi turut menjadi ruang pembelajaran mengenai pengelolaan pertanian di kawasan perkotaan.
Di sisi lain, pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan menjadi bagian dari konsep Zona Hijau yang dikembangkan Lanud Halim. Seluruh unsur tersebut dipadukan dalam satu ekosistem ketahanan pangan yang diharapkan dapat terus memberikan manfaat.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, turut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi TNI AU dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Melalui pengelolaan lahan produktif, TNI AU tidak hanya menjalankan tugas dalam menjaga kedaulatan udara, tetapi juga mengambil bagian dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat dan program strategis pemerintah.
Hasil panen yang diarahkan untuk mendukung pasokan bahan pangan bagi SPPG menjadi salah satu bentuk konkret pemanfaatan produksi dari lahan ketahanan pangan Lanud Halim. Dengan demikian, kegiatan pertanian tersebut memiliki tindak lanjut yang terhubung dengan pemenuhan kebutuhan pangan dalam Program MBG.
Pengembangan Lahan Edukasi Ketahanan Pangan Lanud Halim Perdanakusuma pada akhirnya diarahkan untuk membangun kawasan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran TNI AU dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


