BANDUNG– Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengingatkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) agar tidak sekadar menjalankan aktivitas organisasi tanpa kontribusi nyata. Ia meminta LPM di berbagai daerah memanfaatkan program pemerintah untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Djamari saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPM RI Tahun 2026 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026).
Di hadapan ratusan pengurus LPM dari berbagai wilayah, Djamari menilai keberadaan organisasi tersebut akan terus dipertanyakan apabila tidak mampu menunjukkan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurut dia, program pemerintah seharusnya menjadi ruang bagi LPM untuk memperbesar dampak pembangunan di tingkat masyarakat.
“Kalau misalnya program pemerintah tidak dimanfaatkan oleh LPM dalam rangka memperbesar hasilnya, rakyat akan bertanya, ‘Apa itu LPM?’ Apabila pertanyaan seperti itu muncul, itulah yang akan menentukan eksistensi LPM ke depan. Saya mengingatkan sekaligus menemukan tantangan. Silakan manfaatkan keadaan,” ujar Djamari.
Karena itu, ia mendorong pengurus LPM tidak ragu mengambil peran dalam berbagai program pemberdayaan. Menurut Djamari, keberadaan LPM akan memiliki arti apabila organisasi tersebut mampu menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Djamari Minta LPM Tak Mudah Menyerah
Djamari juga meminta pengurus LPM tetap memiliki semangat untuk menjalankan program pemberdayaan meski menghadapi keterbatasan. Ia menilai keberanian untuk memulai sekaligus menyelesaikan sebuah program menjadi bagian penting dari tanggung jawab organisasi.
Ia menegaskan pembangunan bangsa tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pihak lain. Setiap elemen masyarakat, termasuk LPM, menurut dia, memiliki tanggung jawab untuk ikut mengambil bagian.
“Saya juga mengajak LPM, dengan segala keterbatasannya, jangan pernah menyerah. Sesekali kita harus berani melangkah. Negara ini tidak bisa diserahkan kepada orang lain. Tidak bisa hanya mengandalkan atau berharap kepada orang lain, tetapi ada pada bangsa ini sendiri,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Djamari juga mengaitkan peran LPM dengan tantangan yang dihadapi Indonesia di tengah dinamika global. Ia menyebut situasi internasional saat ini masih diwarnai berbagai ketidakpastian yang dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Singgung Konflik Global dan Perang Dagang
Djamari mengatakan Indonesia harus mampu menghadapi tantangan yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri jika ingin meningkatkan posisi sebagai negara maju. Ia mengutip pandangan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kesiapan bangsa menghadapi berbagai tekanan tersebut.
Ia menyinggung sejumlah konflik dan ketegangan internasional, termasuk hubungan Amerika Serikat dan Iran serta perang Rusia-Ukraina. Berbagai gejolak di sejumlah kawasan dunia, menurut Djamari, turut memengaruhi kondisi global.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah terus berupaya menjaga agar dampaknya tidak membebani masyarakat Indonesia. Salah satu upaya yang disebut Djamari ialah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.
Pemerintah juga disebut tetap berupaya mengendalikan harga kebutuhan pokok dan memastikan berbagai program pembangunan terus berjalan. Menurut Djamari, langkah tersebut penting untuk menjaga kondisi masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Djamari Sebut Keamanan Nasional Terkendali
Pada isu keamanan dalam negeri, Djamari memastikan kondisi nasional masih berada dalam keadaan terkendali. Pemerintah bersama unsur terkait, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak mengabaikan ancaman yang muncul dari penyebaran informasi palsu di ruang digital. Hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian dinilai dapat menimbulkan dampak negatif apabila tidak disikapi secara bijak.
Djamari mengajak masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia meminta setiap informasi disaring terlebih dahulu agar ruang digital tidak menjadi tempat berkembangnya narasi yang dapat memperkeruh keadaan.
“Intinya, jangan kita beri peluang sekecil apa pun kepada orang-orang yang ingin menyampaikan hal-hal buruk untuk masuk lebih dahulu,” katanya.
Menurut Djamari, masyarakat perlu mengambil peran dengan memperbanyak penyebaran informasi yang positif. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif di tengah derasnya arus informasi digital.
Di penghujung arahannya, Djamari menyampaikan pesan melalui bait-bait Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Salah satu bait yang dibacakannya berbunyi, “Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagar duri.”
Bait tersebut digunakan untuk menggambarkan pentingnya kekompakan antara pemimpin dan jajaran dalam menjalankan tugas melalui musyawarah dan kerja bersama.
Djamari juga membacakan bait, “Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja.” Pesan tersebut ia kaitkan dengan pentingnya integritas serta kesungguhan dalam menjalankan amanah.
Nilai-nilai itu diharapkan dapat menjadi pegangan bagi pengurus LPM dalam menjalankan peran organisasi sekaligus mendukung berbagai agenda pembangunan pemerintah.
LPM Tegaskan Siap Kawal Program Pemerintah
Wakil Ketua Umum DPP LPM M. Q. Iswara merespons arahan tersebut dengan menegaskan kesiapan organisasinya mendukung kebijakan pemerintah di berbagai daerah.
Ia mengatakan LPM berkomitmen mengambil bagian dalam upaya mencapai target Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penguatan organisasi LPM di tingkat daerah menjadi bagian dari kesiapan tersebut.
“Kita siap menjadi garda terdepan untuk menuju Indonesia Emas 2045. Dari 38 provinsi, 33 sudah dilantik. Ada 480 di kabupaten/kota. Kami siap mendukung kebijakan-kebijakan Bapak Presiden,” ujar Iswara.
Rakernas LPM RI Tahun 2026 turut dihadiri pengurus LPM dari tingkat pusat hingga daerah. Sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga, kepala daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta jajaran Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan juga hadir dalam kegiatan tersebut.


