JAKARTA – Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (APJATEL) dan pemilik jaringan utilitas tengah merelokasi 7.960 meter kabel udara semrawut di sejumlah jalan utama. Relokasi ini dilakukan sebagai bagian dari penataan kota sekaligus tindak lanjut laporan masyarakat.
Kepala Seksi PSUK dan PJU Sudin Bina Marga Jakbar, Abdul Jabar, menjelaskan relokasi dilakukan di Jalan Banda Raya (2.500 meter), Jalan Tomang Raya (2.300 meter), Jalan K.S. Tubun (860 meter), serta Jalan Joglo Raya–Jalan H. Muchtar Raya (2.300 meter). Kabel-kabel tersebut dipindahkan ke dalam tanah secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas warga.
Abdul menambahkan, setelah tahap ini selesai, pihaknya akan kembali merelokasi 12.400 meter jaringan utilitas di lokasi lain, termasuk Jalan Kyai Tapa, Jalan Taman Daan Mogot, Jalan H. Kelik, Jalan Panjang–Jalan Kebayoran Lama, Jalan Lingkar Luar, dan Jalan Moh. Mansyur.
Sebelumnya, kabel udara semrawut di Jalan Peta Barat dan Jalan Peta Selatan, Kalideres, meresahkan warga. Seorang warga bernama Adit mengaku hampir setiap hari ada truk besar yang tersangkut kabel menjuntai. Ia bahkan sering harus meminggirkan kabel putus agar tidak membahayakan pengendara. “Kalau kabel putus kan kita inisiatif, langsung kita pinggirkan sebelum ada korban,” ujarnya, Kamis (25/6/2026), dilansir Antara.
Adit menuturkan kabel semrawut itu kerap memakan korban, sehingga ia menyiapkan perlengkapan medis sederhana sebagai antisipasi. Ia berharap pemerintah segera menuntaskan masalah kabel udara agar tidak lagi menimbulkan kecelakaan.