JAKARTA – Cape Verde mencatat sejarah besar di Piala Dunia 2026 setelah sukses melangkah ke babak 16 besar dalam penampilan perdana mereka di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Tim berjuluk Blue Sharks tampil di luar dugaan dengan mengakhiri fase Grup H sebagai runner-up, mengungguli ekspektasi banyak pihak yang sebelumnya lebih menjagokan Spanyol dan Uruguay untuk lolos.
Keberhasilan tersebut membuat Cape Verde menjadi negara pertama sejak Slovakia pada Piala Dunia 2010 yang berhasil lolos ke fase gugur pada debutnya.
Sekaligus menjadi tim pertama sejak Chile pada edisi 1998 yang melaju ke babak berikutnya tanpa sekali pun meraih kemenangan di fase grup.
Zlatan Ibrahimovic Beri Apresiasi Sekaligus Tantangan
Legenda sepak bola Swedia, Zlatan Ibrahimovic, memberikan penghormatan atas pencapaian luar biasa Cape Verde setelah memastikan tiket ke fase gugur.
Mantan penyerang AC Milan yang kini menjadi analis FOX Sports itu menilai semangat negara kepulauan kecil tersebut layak menjadi inspirasi bagi banyak tim.
“Negara kecil dengan mimpi besar, itulah yang terjadi ketika Anda berani bermimpi setinggi mungkin.”
“Saya juga harus memberikan kredit kepada Thierry Henry karena sejak awal dia sudah mengingatkan semua orang agar mewaspadai Cape Verde.”
“Sekarang kita akan melihat apakah ini benar-benar menjadi turnamen bagi tim-tim Afrika,” ujar Ibrahimovic seperti dilansir Newsweek, Minggu.
Ucapan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar Cape Verde tidak berhenti hanya sampai lolos dari fase grup, melainkan terus mempertahankan performa impresif mereka di babak gugur.
Pertahanan Solid Jadi Kunci Kesuksesan
Perjalanan Cape Verde dimulai dengan hasil mengejutkan saat menahan imbang Spanyol tanpa gol.
Penjaga gawang veteran Vozinha yang telah berusia 40 tahun menjadi bintang lapangan setelah membukukan tujuh penyelamatan penting sehingga mampu menggagalkan berbagai peluang La Roja.
Spanyol mendominasi pertandingan dengan melepaskan 27 tembakan, termasuk berbagai peluang dari wonderkid Lamine Yamal, tetapi semuanya gagal menembus rapatnya lini pertahanan Cape Verde.
Bangkit Dramatis Saat Bertemu Uruguay
Laga kedua menghadirkan duel penuh drama melawan Uruguay.
Cape Verde sempat mencetak sejarah melalui tendangan bebas Kevin Pina pada menit ke-21 yang menjadi gol pertama negara tersebut di putaran final Piala Dunia.
Namun Uruguay membalikkan keadaan lewat gol Maxi Araujo dan Agustin Canobbio sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, kesalahan kiper senior Uruguay Fernando Muslera dimanfaatkan Helio Varela untuk mencetak gol penyeimbang sehingga pertandingan berakhir dengan skor 2-2.
Hasil Imbang yang Mengantar ke Babak Gugur
Pada pertandingan terakhir Grup H, Cape Verde kembali menunjukkan disiplin tinggi dengan menahan Arab Saudi tanpa gol.
Di pertandingan lainnya, Spanyol mengalahkan Uruguay 1-0 sehingga Cape Verde mengakhiri klasemen sebagai peringkat kedua grup dan memastikan satu tempat di babak 16 besar.
Tantangan Terbesar Menanti
Perjalanan sensasional Cape Verde kini akan diuji oleh juara bertahan Argentina.
Mereka dijadwalkan menghadapi Lionel Messi dan rekan-rekannya pada Jumat, 3 Juli, di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat.
Laga tersebut diperkirakan menjadi ujian paling berat bagi Cape Verde mengingat Argentina datang dengan status juara bertahan, sementara Messi akan bermain di kota yang telah menjadi markas klubnya, Inter Miami.
Meski berstatus underdog, Cape Verde telah membuktikan bahwa mereka mampu menghadirkan kejutan besar sepanjang Piala Dunia 2026 sehingga peluang menciptakan sejarah baru tetap terbuka.***