JAKARTA – Masa depan Moto3 dipastikan mengalami perubahan besar setelah diumumkan dalam konferensi pers khusus pada MotoGP Belanda, Kamis. Kelas junior ini akan beralih ke motor tunggal Yamaha mulai 2028 dengan kontrak enam tahun, menggantikan mesin 250cc empat tak yang digunakan sejak berakhirnya era 125cc dua tak pada 2012.
Motor baru tersebut merupakan versi “sangat dimodifikasi” dari Yamaha R7 dengan sasis prototipe. Spesifikasinya mencakup tenaga 90 hp, bobot 120 kg, serta performa lebih baik dibanding motor Moto3 saat ini. Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan: “Ini adalah langkah penting untuk keselamatan, kesetaraan para pembalap, balapan, dan menyelaraskan para pembalap menuju MotoGP,” tegasnya, dilansir Crash, Jumat (2/6//2026)
Langkah ini sekaligus menutup kesenjangan kapasitas antara Moto3 dan Moto2 765cc yang menggunakan mesin Triumph tunggal dengan sasis terbuka. Ezpeleta menambahkan, target biaya motor baru adalah 50% dari biaya Moto3 saat ini, menyusul tekanan persaingan antara KTM dan Honda yang membuat pengeluaran terus meningkat.
Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, memastikan Moto3 tidak akan menjadi “Yamaha Cup”. Pabrikan lain tetap bisa berkompetisi seperti di Moto2, di mana Yamaha, Honda, dan KTM menurunkan tim meski tidak membangun sasis atau mesin sendiri.
Uji coba pertama mesin Yamaha Moto3 dijadwalkan berlangsung September atau Oktober tahun ini, menandai awal era baru bagi kelas junior MotoGP.