JAKARTA – Sepak bola Indonesia pernah menjadi persinggahan bagi sejumlah pemain yang tampil pada Piala Dunia FIFA. Mulai dari legenda Argentina Mario Kempes hingga bek tim nasional Irak, Frans Putros, mereka memiliki benang merah yang menghubungkan kompetisi Indonesia dengan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Kempes, sang pahlawan Argentina pada final Piala Dunia 1978, bergabung dengan Pelita Jaya pada 1996. Rekan senegaranya, Pedro Pasculli, juga menutup karier pada klub yang sama setelah menjadi bagian skuad juara dunia 1986.
Dari Kamerun, Roger Milla—ikon Piala Dunia 1990—pernah memperkuat Pelita Jaya dan Putra Samarinda, sementara Ernest Ebongue, Bertin Ebwelle, Jules Onana, Emmanuel Maboang, Jean-Pierre Fiala, Pierre Njanka, Eric Djemba-Djemba, hingga Marcel Mahouve turut mewarnai kompetisi Indonesia.
Nama-nama lain yang pernah tampil pada Piala Dunia dan kemudian berkarier di Indonesia antara lain Nastja Ceh (Slovenia/PSMS Medan), Michael Essien (Ghana/Persib Bandung), Ivan Bosnjak (Kroasia/Persija Jakarta), Didier Zokora (Pantai Gading/Semen Padang), Shane Smeltz (Selandia Baru/Borneo FC), serta Peter Odemwingie (Nigeria/Madura United).
Generasi terbaru juga mencatat sejarah. Gervane Kastaneer (Curacao) tampil pada Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya memperkuat Persib Bandung dan Persis Solo. Sementara itu, Frans Putros menjadi pemain aktif Liga Indonesia pertama yang berlaga pada Piala Dunia, membela Irak pada edisi 2026.
Dalam wawancara bersama ILeague, Putros menegaskan betapa besar arti dukungan suporter Persib. “Banyak sekali, ya, saya merasakannya (dukungan). Saya sangat berterima kasih kepada Bobotoh. Menerima begitu banyak pesan membuat momen itu terasa sangat istimewa. Jadi, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih,” ujarnya, dilansir fifa.com.