Hashim S. Djojohadikusumo angkat bicara guna meredam rumor liar yang berkembang di lantai bursa dan ruang publik. Melalui VP Corporate Communications Arsari Group, Ariseno Ridhwan, pihak keluarga taipan tersebut membantah keras kabar burung yang mengaitkan nama Hashim dengan emiten PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay).
Ariseno juga menepis secara tegas tuduhan miring yang menyebut adanya penyalahgunaan atau pencatutan anggaran negara demi menyokong kepentingan bisnis pribadi Hashim.
Clean Sheet: Tidak Ada Saham, Pengurus, Maupun Afiliasi di FolaPlay
Guna memulihkan nama baik, Ariseno memerinci status hukum hubungan antara Hashim, Arsari Group, dan emiten berkode FolaPlay tersebut. Ia memastikan tidak ada rekam jejak kepemilikan maupun kendali operasional terkecil pun di sana.
Hashim Djojohadikusumo dipastikan bersih dari keterlibatan apa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam kapasitas sebagai pemegang saham biasa maupun Pemegang Saham Pengendali (PSP), penerima manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner) dan jajaran pengurus direksi, komisaris, maupun dewan penasihat perusahaan.
Oleh karena itu, Arsari Group menilai tuduhan yang mengklaim bahwa anggaran negara dalam penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 sengaja digelontorkan untuk memperkaya atau menguntungkan Hashim adalah fiksi, informasi yang menyesatkan, dan bagian dari penggiringan opini publik yang jahat.
Soroti Tren Fitnah yang Menyerang Hashim Djojohadikusumo
Pihak Arsari Group menyayangkan adanya atmosfer digital yang tidak sehat belakangan ini. Ariseno mencermati adanya pola terstruktur di mana informasi spekulatif, tidak akurat, bahkan menjurus ke arah fitnah, kerap sengaja ditembakkan kepada Hashim Djojohadikusumo.
Meskipun menghormati penuh pilar kebebasan pers dan hak berpendapat warga negara dalam iklim demokrasi, Arsari Group mengingatkan bahwa kebebasan harus diiringi tanggung jawab moral berupa akurasi dan itikad baik.
“Penyebaran tuduhan tanpa dasar yang jelas tidak hanya merugikan pihak kami secara personal, tetapi juga berpotensi merusak dan menyesatkan nalar berpikir masyarakat umum,” bebernya.
Menutup klarifikasi resminya, Ariseno mengajak seluruh netizen dan pelaku pasar untuk lebih bijak, kritis, dan jeli dalam menyaring setiap informasi yang beredar di media sosial. Langkah melakukan verifikasi fakta (fact-check) ke sumber yang kredibel adalah kunci utama menjaga kualitas diskusi publik.
“Ruang publik yang sehat hanya dapat terwujud apabila setiap pihak mengedepankan fakta, akal sehat, dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar asumsi liar yang merugikan,” pungkasnya.