Sektor pertanian di wilayah kepulauan bersiap melakukan lompatan besar. Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, dijadwalkan melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Hotel Harmoni One, Batam.
Menariknya, kursi prestisius Ketua DPD HKTI Kepri kini resmi diduduki oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, sebuah sinyal kuat adanya kolaborasi erat antara kebijakan pemerintah daerah dan dunia pertanian.
Dobrak Mitos Keterbatasan Lahan Lewat “Gerbang Pangan”
HKTI Kepri di bawah komando baru berkomitmen penuh untuk membuktikan bahwa status Kepri sebagai provinsi kepulauan dengan keterbatasan lahan daratan bukanlah sebuah hambatan. Sebaliknya, tantangan geografis tersebut dipicu untuk melahirkan inovasi baru.
Salah satu program unggulan yang langsung digeber adalah Gerakan Bangkit Pangan (Gerbang Pangan). Melalui program strategis ini, HKTI mengajak dan mengedukasi masyarakat luas untuk memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing sebagai basis produksi pangan mandiri skala rumah tangga.
Padat Agenda: Dari Panen Durian Hingga Cek Stok Bulog
Rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Kepri kali ini dirancang sangat produktif dan berorientasi langsung pada lapangan. Selain prosesi pelantikan, pengurus pusat dan daerah dijadwalkan melakukan safari penting ke beberapa titik:
-
Panen Raya Lokal: Menghadiri prosesi panen durian di Citra Kebun Wisata untuk meninjau potensi buah lokal.
-
Ketahanan Pangan: Melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan meninjau ketersediaan stok komoditas utama di Gudang Bulog Batu Ampar.
-
Rumah Aspirasi Petani: Meresmikan Gedung Sekretariat Baru DPD HKTI Kepri di Batam Kota yang nantinya akan bertransformasi sebagai pusat aktivitas organisasi sekaligus wadah pengaduan aspirasi petani se-Kepri.
Musda ini juga akan difokuskan untuk merumuskan program kerja jangka pendek dan panjang, orientasi kaderisasi, serta mempererat sinergi segitiga emas antara kaum petani, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha (investor) demi mewujudkan swasembada pangan di Kepulauan Riau.