Perasaan panik luar biasa sempat menggelayuti pikiran Ida (52), seorang ibu asal Kabupaten Batang. Bagaimana tidak, uang tunai sebesar Rp1,54 miliar hasil penjualan tanah yang ia simpan di dalam koper, kondisinya menghitam, lembap, berlumpur, dan saling menempel erat setelah berbulan-bulan terendam banjir rob (air pasang laut). Padahal, uang miliaran tersebut sedianya disiapkan untuk biaya kuliah sang buah hati di fakultas kedokteran.
Beruntung, kepanikan itu berbuah kebahagiaan setelah Ida mendatangi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal untuk mengajukan penukaran uang rusak tersebut pada Kamis (2/7/2026).
Kronologi Koper Berisi Miliaran Rupiah Terlupakan
Petaka bermula pada Februari 2026, saat banjir rob hebat menerjang kawasan tempat tinggal Ida. Akibat musibah tersebut, koper berisi uang tunai yang disimpan di rumahnya ikut terendam air laut. Keadaan diperparah karena air pasang beberapa kali kembali menggenangi kediamannya, membuat Ida tidak sempat memeriksa kondisi koper tersebut.
Ida baru teringat dan membongkar tempat penyimpanan tersebut beberapa hari yang lalu. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Bagian luar dipenuhi oleh kerak lumpur laut yang mengering. Di bagian dalam lembaran-lembaran uang kertas menghitam di bagian tepi, berbau lembap, dan melekat satu sama lain hingga sulit dipisahkan.
“Saya sempat panik sekali karena uangnya rusak parah. Kebetulan ada kenalan orang bank yang menyarankan saya untuk langsung membawanya dan menukarkannya ke BI,” kenang Ida di hadapan petugas.
Hasil Penelitian BI: Rp1,51 Miliar Selamat!
Mendapat laporan tersebut, tim makulatur dan kasir BI Perwakilan Tegal langsung melakukan tindakan penyelamatan. Petugas dengan penuh ketelitian memisahkan lembaran demi lembaran uang yang menempel, menghitung ulang, dan menguji keaslian serta kelayakan fisik uang tersebut berdasarkan regulasi yang berlaku.
Meski tidak kembali utuh 100 persen, Ida mengaku sangat bersyukur dan lega. Berkat bantuan kebijakan penukaran uang dari Bank Indonesia, impian besar sang anak untuk menempuh pendidikan di kedokteran kini dipastikan tetap bisa terwujud.