JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menutup Tahun Buku 2025 dengan kinerja keuangan yang semakin solid melalui pertumbuhan laba, arus kas, dan aset.
Perusahaan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,28 triliun atau meningkat 2,77 persen dibandingkan capaian sepanjang 2024.
Penguatan laba tersebut didorong kenaikan laba usaha sebesar 10,35 persen hingga mencapai Rp8,39 triliun.
Di saat bersamaan, arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat menjadi Rp7,15 triliun sehingga memperkuat kondisi keuangan perusahaan.
KAI menyampaikan capaian tersebut sebagai bagian dari laporan kinerja keuangan konsolidasian yang dirilis di Jakarta pada Senin, 6 Juli 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut kesehatan keuangan perusahaan memberi ruang lebih besar untuk meningkatkan layanan.
“Kinerja keuangan yang sehat membuat KAI memiliki ruang lebih kuat untuk menjaga keselamatan perjalanan, merawat sarana, memastikan kesiapan operasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan.”
“Bagi pelanggan, ini berarti perjalanan dengan kereta api dapat terus diandalkan untuk bekerja, sekolah, berusaha, berwisata, maupun bertemu keluarga,” ujar Anne.
Sepanjang 2025, KAI Group melayani 503.549.740 pelanggan yang menggunakan berbagai layanan transportasi kereta api.
Di sektor logistik, perusahaan juga mengangkut 69.791.691 ton barang sebagai bagian dari layanan distribusi nasional.
Pendapatan konsolidasian KAI Group sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp35,76 triliun.
Efisiensi operasional membuat laba sebelum pajak tumbuh 12,20 persen menjadi Rp3,71 triliun.
Anne menegaskan strategi efisiensi dilakukan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan seluruh pelanggan.
“Efisiensi di KAI diarahkan agar manfaatnya kembali kepada pelanggan.”
“Pengelolaan biaya yang baik membantu perusahaan menjaga ketepatan waktu, kenyamanan di stasiun dan di perjalanan, kesiapan sarana, serta perawatan fasilitas yang mendukung pengalaman pelanggan,” kata Anne.
Penerimaan kas dari pelanggan juga meningkat 12,68 persen hingga mencapai Rp28,59 triliun.
Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun bertambah 37,22 persen menjadi Rp6,76 triliun.
Dari sisi neraca, total aset KAI Group naik 8,58 persen menjadi Rp105,43 triliun.
Ekuitas perusahaan turut menguat 11,23 persen hingga mencapai Rp39,29 triliun.
Nilai aset tetap juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 26,84 persen menjadi Rp37,30 triliun.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, mengatakan pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring peningkatan kualitas pelayanan.
“Bagi KAI, angka-angka dalam kinerja keuangan harus bermuara pada pelayanan.”
“Setiap penguatan perusahaan harus membantu pelanggan mendapatkan layanan kereta api yang aman, nyaman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Capaian tersebut memperlihatkan KAI menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat layanan transportasi dan logistik nasional melalui pengelolaan keuangan yang sehat.***