JAKARTA – Cristiano Ronaldo menutup perjalanan panjangnya pada Piala Duni dengan penuh emosi. Setelah lebih dari dua dekade menjadi penentu hasil pertandingan dan membawa tim melewati momen sulit, bintang berusi 41 tahun itu harus menerima kenyataan pahit.
Portugal tersingkir pada babak 16 besar usai kalah 0-1 dari Spanyol, Selasa (7/7/2026) waktu setempat, lewat gol Mikel Merino pada menit ke-91 di Arlington.
Ronaldo yang sehari sebelumnya mengumumkan bahwa ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya, meninggalkan lapangan dengan air mata. Meski gagal meraih trofi yang selalu luput dari genggamannya, ia menegaskan tidak menyesali karier panjang yang telah melampaui batas umur.
Ronaldo yang sehari sebelumnya mengumumkan bahwa ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya, meninggalkan lapangan dengan air mata. Meski gagal meraih trofi yang selalu luput dari genggamannya, ia menegaskan tidak menyesali karier panjang yang telah melampaui batas umur.
Pelatih Portugal Roberto Martinez menyebut Ronaldo sebagai ikon sepak bola. “Kami akan selalu berterima kasih atas apa yang telah ia coba lakukan di Piala Dunia ini, karena mimpinya adalah memenangkan Piala Dunia dan ia mencoba melakukannya dengan contoh kepemimpinan yang luar biasa sebagai seorang kapten,” kata Martinez, dilansir The Daily Star.
Sepanjang enam edisi Piala Dunia, Ronaldo mencatat 27 penampilan dan 11 gol. Gol terakhirnya pada fase gugur tercipta saat menyingkirkan Kroasia, sempat menghidupkan kembali mimpi yang dimulai sejak debutnya pada 2006. Kala itu, pada usia 21 tahun, ia membawa Portugal ke semifinal sebelum dihentikan Prancis.
Meski generasi baru muncul, Ronaldo tetap menjadi sorotan. Dalam laga melawan Spanyol, ia bermain penuh 90 menit dengan tiga percobaan ke gawang, tapi gagal mencetak peluang menentukan. Lawan pun memberi penghormatan atas kiprahnya. “Saya sangat mengaguminya, nilai-nilainya, apa yang dia perjuangkan… saya pikir dia adalah panutan bagi kaum muda,” ujar pelatih Spanyol Luis de la Fuente.
Persaingan abadi dengan Lionel Messi kembali mencuat. Messi pernah membawa Argentina ke final 2014 dan meraih gelar pada 2022, sementara Ronaldo berulang kali berakhir dengan kekecewaan. Bahkan, peluang pertemuan keduanya pada perempat final Piala Dunia kali ini pupus setelah Portugal hanya finis di belakang Kolombia.