JAKARTA โ Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026.
Penguatan rupiah didorong perbaikan cadangan devisa Indonesia yang kembali meningkat setelah enam bulan berturut-turut mengalami tekanan.
Rupiah ditutup di level Rp17.980 per dolar AS atau naik 15 poin setara 0,08 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.995 per dolar AS.
Penguatan mata uang Garuda menjadi sinyal positif di tengah dinamika pasar global yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai kenaikan cadangan devisa menjadi faktor utama yang mendorong penguatan rupiah pada perdagangan hari ini.
โRupiah menguat merespons data cadev yang naik untuk pertama kali dalam 6 bulan,โ ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 700 juta dolar AS dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang berada di level 144,9 miliar dolar AS.
Kenaikan itu menjadi peningkatan pertama setelah enam bulan sebelumnya cadangan devisa tidak menunjukkan pertumbuhan.
Bank Indonesia menjelaskan bertambahnya cadangan devisa terutama berasal dari penerimaan pajak dan pendapatan jasa.
Di saat yang sama, pemerintah juga tetap melakukan pembayaran utang luar negeri.
Bank Indonesia turut menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk meredam dampak tingginya volatilitas pasar keuangan global.
Posisi cadangan devisa tersebut dinilai masih sangat memadai dalam menjaga ketahanan sektor eksternal nasional.
Cadangan devisa Indonesia kini setara pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Angka tersebut juga jauh melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor.
Meski sentimen domestik mulai membaik, pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati.
Investor masih menunggu sejumlah indikator ekonomi Indonesia yang dijadwalkan dirilis pada Rabu dan Kamis.
Data yang menjadi perhatian pasar meliputi penjualan ritel dan Indeks Kepercayaan Konsumen.
Di pasar global, indeks dolar Amerika Serikat bergerak terbatas karena investor masih menunggu risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC).
โNamun, investor cenderung masih cenderung wait and see mengantisipasi beberapa data ekonomi domestik ke depan (Rabu dan Kamis) yaitu penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen. Indeks dolar AS sendiri terpantau range-bound, dengan investor wait and see menantikan risalah pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) besok,โ ungkap Lukman.
Data Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan rupiah.
JISDOR tercatat berada di level Rp17.988 per dolar AS pada Selasa.
Posisi tersebut lebih baik dibandingkan hari sebelumnya yang berada di Rp17.999 per dolar AS.
Penguatan mata uang pada perdagangan hari ini tidak hanya terjadi pada rupiah.
Yen Jepang menguat sekitar 0,12 persen terhadap dolar AS.
Dolar Hong Kong juga terapresiasi tipis sekitar 0,01 persen.
Dolar Singapura mencatat kenaikan sekitar 0,05 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan setelah melonjak sekitar 0,78 persen.***