JAKARTA – Pengusaha nasional sekaligus anggota DPR RI Rachmat Gobel wafat pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta.
Kepergiannya pada usia 63 tahun menghadirkan duka mendalam bagi keluarga, pelaku usaha, kalangan politik, dan masyarakat luas.
Rachmat Gobel dikenal sebagai figur yang berhasil menjembatani dunia bisnis, pemerintahan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sepanjang hidupnya, ia memimpin Gobel Group sekaligus mengemban berbagai amanah strategis di tingkat nasional.
Kariernya mencerminkan perpaduan kepemimpinan korporasi, pelayanan publik, serta komitmen terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.
Almarhum pernah dipercaya sebagai Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo periode 2014-2015.
Ia juga mengemban tugas sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Jepang pada 2017 hingga 2019.
Dalam politik, Rachmat Gobel terpilih menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo pada Pemilu 2019.
Ia kemudian menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 dari Fraksi Partai NasDem.
Selama menjadi legislator, perhatian utamanya tertuju pada penguatan industri nasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang turut menjadi fokus perjuangannya selama berada di parlemen.
Keluarga menyampaikan Rachmat Gobel meninggalkan istri, Retno Damayanti, dua anak, cucu, dan keluarga besar.
Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan.
Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung di Gorontalo menunggu kepastian dari pihak keluarga.
Doa terus mengalir agar almarhum memperoleh ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Penyapu Pabrik Saat SMP
Rachmat Gobel lahir di Gorontalo pada 3 September 1962 dari keluarga pelopor industri elektronik nasional.
Ia merupakan putra pasangan Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel.
Sejak remaja, ia telah dibentuk untuk memahami dunia industri melalui pengalaman bekerja dari tingkat paling dasar.
Saat masih duduk di bangku SMP, ia pernah bekerja sebagai penyapu pabrik.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi kepemimpinan yang terus melekat sepanjang perjalanan kariernya.
Meski ia lahir dari keluarga pendiri Gobel Group. Namun, status sebagai anak pengusaha besar tidak membuatnya langsung duduk di ruang direksi.
Ia diwajibkan mengenakan seragam pabrik layaknya pekerja biasa dan memulai pekerjaan sebagai penyapu pabrik.
Setelah itu ia berpindah ke berbagai bagian produksi hingga memahami seluruh proses operasional perusahaan.
Dalam berbagai kesempatan, Rachmat Gobel menceritakan bahwa pendidikan yang diterapkan orang tua, bertujuan membangun karakter, bukan sekadar mengajarinya bekerja.
Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa seorang pemimpin harus lebih dulu merasakan pekerjaan bawahannya.
Pendidikan tinggi ditempuh di Jepang pada bidang Perdagangan Internasional di Chuo University, Tokyo.
Selepas kuliah, ia mengikuti program praktik kerja di Matsushita Group sebagai bekal memahami industri global.
Tahun 1989 menjadi awal kepulangannya ke Indonesia untuk memperkuat Kelompok Usaha Gobel.
Ekspansi Gobel Grup
Ia mengawali tugas sebagai Asisten Presiden Direktur PT National Gobel yang kini menjadi PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Gobel Group memperluas aktivitas bisnis melalui kolaborasi strategis bersama Panasonic.
Baginya, kualitas manusia menjadi aset terpenting yang menentukan masa depan perusahaan.
Filosofi itu diterapkan melalui pengembangan budaya kerja yang menempatkan SDM sebagai prioritas utama.
Dedikasinya tidak berhenti pada sektor industri dan pemerintahan.
Rachmat Gobel juga aktif mengembangkan olahraga nasional, terutama pencak silat.
Ia berperan memperkenalkan pencak silat hingga semakin dikenal di berbagai negara.
Kepercayaan lain datang saat dirinya menjadi Ketua Harian Panitia Penyelenggara SEA Games Indonesia.
Di tanah kelahirannya, Rachmat Gobel dikenang sebagai tokoh yang konsisten mendorong kemajuan Gorontalo.
Kontribusinya pada bidang ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan mendapat penghormatan dari masyarakat.
Ia menerima gelar “Ti Bulilango Hunggia” yang berarti “Pemberi Cahaya Negeri”.
Gelar tersebut menjadi simbol penghargaan atas dedikasi panjangnya membangun daerah dan bangsa.
Warisan kepemimpinan Rachmat Gobel diperkirakan akan terus dikenang melalui karya, gagasan, dan pengabdian lintas sektor.
Bergabung dengan Partai Politik
Rachmat Gobel resmi bergabung dengan Partai NasDem pada 2016, tidak lama setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Perdagangan.
Masuknya Gobel menjadi perhatian karena ia merupakan salah satu pengusaha nasional paling berpengaruh yang memilih berkarier di dunia politik.
Meski dikenal sebagai pebisnis nasional, Gobel memilih membangun karier politik dari kampung halamannya, Gorontalo.
Ia maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo pada Pemilu 2019 dan berhasil meraih 146.067 suara, menjadi salah satu peraih suara tertinggi di daerah tersebut.
Keberhasilannya tidak hanya mengangkat elektabilitas pribadi, tetapi juga memperkuat posisi Partai NasDem di Gorontalo.
Setelah dilantik sebagai anggota DPR RI pada Oktober 2019, Fraksi Partai NasDem menempatkan Rachmat Gobel sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024.
Penunjukan ini menunjukkan tingginya kepercayaan partai terhadap kapasitasnya sebagai tokoh yang memiliki pengalaman di dunia usaha dan pemerintahan.
Di parlemen, Gobel lebih banyak memperjuangkan isu-isu ekonomi daripada politik praktis.***