JAKARTA – Maroko harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-2 dari Prancis pada laga perempat final.
Pertandingan berlangsung sengit sebelum Prancis memastikan kemenangan lewat gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.
Hasil tersebut membawa Les Bleus melangkah ke semifinal dan menunggu pemenang duel Spanyol kontra Belgia.
Di balik kegagalan itu, sorotan tertuju kepada gelandang muda Maroko, Ayyoub Bouaddi.
Pemain berusia 18 tahun tersebut menjadi salah satu talenta paling bersinar sepanjang turnamen.
Bouaddi kembali menegaskan tidak pernah menyesali keputusannya membela Maroko di level senior.
Sebelumnya, ia sempat memperkuat seluruh kelompok umur Timnas Prancis.
Bahkan, Bouaddi dipercaya menjadi kapten Prancis U-21 beberapa bulan sebelum menentukan pilihan.
Pada Mei lalu, gelandang Lille itu resmi mengikat masa depannya bersama Tim Atlas.
Keputusan tersebut sempat memicu perdebatan karena Bouaddi lahir dan tumbuh di wilayah utara Prancis.
Namun, sang pemain memastikan pilihannya lahir dari keyakinan pribadi, bukan pertimbangan lain.
“Saya sama sekali tidak menyesali keputusan memilih Maroko,” ungkap Bouaddi seperti dikutip dari ESPN, Jumat.
“Sejak awal saya mengatakan bahwa ini adalah keputusan yang lahir dari hati.”
“Saya sangat bangga bisa mewakili Maroko, apa pun hasil yang kami raih.”
Bouaddi menilai seluruh skuad telah memperlihatkan dedikasi penuh sepanjang turnamen.
Menurutnya, seluruh pemain akan terus memberikan kemampuan terbaik setiap kali mengenakan seragam nasional.
“Hal terpenting sekarang adalah kami, pemain, staf, dan semua orang tahu bahwa kami akan selalu memberikan segalanya untuk lambang di dada.”
Ia mengakui hasil pertandingan tidak sesuai harapan seluruh rakyat Maroko.
Meski demikian, Bouaddi menilai pencapaian tim tetap layak diapresiasi.
“Kami bangga, meski sebenarnya ingin membuat rakyat Maroko jauh lebih bangga lagi.”
Bouaddi percaya pengalaman di Piala Dunia menjadi bekal penting menghadapi turnamen berikutnya.
Ia optimistis Tim Atlas mampu berkembang setelah belajar dari kekalahan melawan Prancis.
“Untuk kompetisi berikutnya, kami tahu apa saja yang harus diperbaiki agar bisa melangkah lebih jauh.”
“Kami akan terus bekerja keras dan meningkatkan kualitas permainan.”
Penampilan Bouaddi sepanjang turnamen membuat namanya semakin diperhitungkan di sepak bola internasional.
Debut kompetitifnya bersama Maroko langsung terjadi saat menghadapi Brasil.
Sejak laga tersebut, Bouaddi berhasil mengamankan tempat sebagai pilihan utama di lini tengah.
Keputusan Maroko mengamankan jasa Bouaddi kini dinilai sebagai investasi besar untuk masa depan.
Sebelum laga berlangsung, banyak pihak menilai Prancis berpotensi menyesali kehilangan pemain muda tersebut.
Meski begitu, Bouaddi kesulitan menunjukkan permainan terbaik ketika menghadapi tim asuhan Didier Deschamps.
Dominasi Prancis membuat lini tengah Maroko tidak mampu berkembang secara maksimal.***