JAKARTA – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diproyeksikan menjadi penggerak utama ekonomi desa berbasis koperasi modern dan digital.
Presiden Prabowo Subianto menyebut perputaran dana melalui KDKMP diperkirakan mencapai Rp223 triliun setiap tahun di seluruh desa Indonesia.
“Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa,” ungkap Prabowo.
Pernyataan itu disampaikan saat peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7).
Pemerintah menyiapkan KDKMP sebagai pusat layanan ekonomi desa yang terintegrasi dalam satu sistem modern.
Fasilitas koperasi akan mencakup kantor, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, gudang, dan gudang pendingin.
Keberadaan gudang pendingin diharapkan menjaga kualitas hasil panen petani serta tangkapan nelayan sebelum dipasarkan.
Pemerintah juga menetapkan KDKMP sebagai jalur utama distribusi berbagai barang bersubsidi kepada masyarakat.
Langkah tersebut ditujukan agar subsidi diterima penerima yang berhak sekaligus mempersempit ruang penyalahgunaan.
Skema baru itu juga diharapkan mampu menekan praktik penyelundupan barang subsidi ke luar negeri.
“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus! saya katakan ini harus,” tegas Presiden.
KDKMP dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan, pembiayaan masyarakat, dan layanan kesehatan desa.
Koperasi juga akan berperan sebagai pembeli siaga hasil produksi petani, peternak, dan nelayan melalui skema offtaker.
Sistem tersebut diharapkan memotong rantai tengkulak sekaligus menjaga harga hasil produksi tetap stabil dan menguntungkan.
“Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan,” tambahnya.
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa mendukung implementasi KDKMP agar manfaat ekonomi desa dapat dirasakan secara luas.***